Ika Sartika 50, Ditolak Lowongan Rumah Tangga di Ciamis

Eko P. · 3 min baca · 1 jam lalu · 24 dibaca
Bisik.id
Ika Sartika 50, Ditolak Lowongan Rumah Tangga di Ciamis

Gambar atau konten salah?

4 Juni 2026 pagi di Gedung Islamic Center Ciamis, suasana terasa penuh semangat. Ratusan pencari kerja menumpuk di pintu masuk Job Fair Ciamis 2026, mengenakan pakaian rapi, membawa map berisi berkas lamaran, dan menunggu giliran masuk.

Di tengah keramaian, seorang perempuan paruh baya berkerudung merah muda berdiri di depan antrian. Ia mengenakan pakaian sederhana dan menjerit sebuah goodie bag di tangannya. Sekilas, ia terlihat seperti orang tua yang mengantar anaknya melamar pekerjaan, namun kenyataannya berbeda.

Perempuan itu bernama Ika Sartika, warga Desa Rawa, Kecamatan Lumbung, yang kini berusia 50 tahun. Ia datang ke fair ini bukan untuk menunggu anaknya, melainkan untuk mencari pekerjaan bagi dirinya sendiri. Di antara para pencari kerja yang mayoritas masih muda, Ika membawa harapan yang sama: mendapatkan pekerjaan.

Perjalanan Ika tidak singkat. Dari kampung halamannya, ia naik angkutan umum Elf menuju pusat Kota Ciamis setelah mendengar kabar lowongan pekerjaan di Job Fair. Informasi tersebut ia peroleh dari kerabatnya. Ia diberi tahu bahwa ada lowongan dari yayasan penyalur tenaga kerja rumah tangga yang membuka kesempatan bagi lulusan SD. Mendengar hal tersebut, hatinya langsung tergerak.

Di dalam goodie bag yang dibawanya tersimpan sejumlah berkas sederhana yang disiapkan secara mendadak. Ada fotokopi KTP, daftar riwayat hidup, dan surat lamaran kerja. Bagi sebagian orang mungkin itu hanya selembar kertas, tetapi bagi Ika, berkas-berkas tersebut adalah harapan untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya.

Ika merupakan seorang janda dengan empat anak yang kini telah beranjak dewasa. Selama ini ia bekerja sebagai buruh tani, membantu orang tuanya menggarap sawah milik orang lain. Penghasilannya tidak menentu dan bergantung pada musim.

Di usia yang sudah menginjak kepala lima, ia sebenarnya tidak lagi muda. Namun keinginan untuk membantu kebutuhan keluarga membuatnya tetap berusaha mencari peluang kerja. Mendengar ada lowongan yang menerima lulusan SD, Ika tidak berpikir panjang. Ia mengira syarat utama yang dibutuhkan hanyalah ijazah. Ia sama sekali tidak mengetahui bahwa perusahaan atau yayasan tersebut juga menerapkan batas usia pelamar hanya sampai 40 tahun.

Harapan yang dibawanya sejak berangkat dari rumah perlahan pupus sesaat setelah tiba di lokasi. Setelah menempuh perjalanan cukup jauh dan mengeluarkan ongkos sekitar Rp20 ribu, Ika mendapat kabar bahwa usianya sudah tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan. Ada rasa kecewa dan sesal yang ia rasakan. Informasi yang ia terima ternyata tidak lengkap. Ia mengira selama masih sehat dan memiliki ijazah sesuai syarat, kesempatan itu masih terbuka.

“Jadinya mah tos teu aya lowongan... manawi teh kitu pedah aya ijazah SD, teu aya batasan usia (Ternyata sudah tidak ada lowongan. Saya kira karena tertulis bisa menggunakan ijazah SD, tidak ada batasan usia),” ujarnya.

Hari itu, tidak ada lagi yang bisa dilakukan selain pulang. Menunggu lebih lama di kota hanya akan menambah pengeluaran. Dengan langkah pelan, Ika bersiap kembali ke kampung halamannya. Meski pulang dengan tangan kosong, ia mengaku belum sepenuhnya menyerah. Di balik rasa kecewa yang dirasakannya, masih tersimpan harapan agar suatu saat ada pekerjaan yang bisa ia lakukan.

Ia menyadari peluang bekerja di perusahaan besar mungkin sudah semakin sempit. Namun ia berharap masih ada orang yang membutuhkan tenaganya untuk membantu pekerjaan rumah tangga atau pekerjaan lain yang sesuai dengan kemampuannya. “Manawi aya nu ngabutuhkeun, kanggo di bumi-bumi, kitu. Nu penting gaduh panghasilan kanggo waragad murangkalih. (Barangkali ada yang membutuhkan untuk membantu di rumah-rumah. Yang penting ada penghasilan untuk kebutuhan anak-anak),” ungkapnya.

Keputusan Ika untuk kembali ke kampung tidak menandakan akhir dari pencarian. Ia tetap memegang tekad mencari peluang lain, menunggu kesempatan di masa depan. Kesempatan kerja di Job Fair Ciamis 2026 ternyata menjadi pelajaran penting tentang pentingnya informasi lengkap dan persiapan yang matang, terutama bagi pencari kerja yang berada di luar kelompok usia yang diharapkan. Ika tetap bersemangat, berharap suatu hari nanti ia dapat menemukan pekerjaan yang sesuai dengan usia dan kemampuannya, sehingga ia dapat memberikan penghasilan yang cukup bagi keluarga yang ia cintai.

Job Fair Ciamis 2026Ika Sartikalowongan pekerjaanbatas usia 40 tahunyayasan tenaga kerja rumah tanggapencari kerjainformasi lengkap

Komentar

Memuat komentar...