Ikan Sapu‑Sapu Tumbuh Cepat, Menyerang Ekosistem Sungai

Wati N. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 143 dibaca
Bisik.id
Ikan Sapu‑Sapu Tumbuh Cepat, Menyerang Ekosistem Sungai

Gambar atau konten salah?

Ikan sapu‑sapu, atau Pterygoplichthys pardalis, kini menjadi fokus perhatian. Spesies ini bukan ikan asli Indonesia, melainkan ikan asing yang masuk ke perairan negara. Ia dikenal sebagai spesies invasif karena kemampuan reproduksi yang sangat tinggi.

Seekor betina sapu‑sapu dapat menetas hingga 19.000 telur dalam satu siklus. Selain itu, ikan ini dapat berkembang biak beberapa kali dalam setahun. Menurut laman IPB University, reproduksi dapat dimulai pada ukuran tubuh yang masih kecil: jantan antara 23,9‑28,99 cm dan betina antara 13,0‑25,98 cm. Ukuran ini mempercepat siklus invasi, sehingga populasi dapat bertumbuh dengan cepat.

Veryl Hasan, dosen Akuakultur di Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, menjelaskan asal‑milik ikan ini. Ia berasal dari Amerika Selatan. Namun, ketika masuk ke perairan Indonesia, masalah muncul. Ikan sapu‑sapu tidak hanya bertahan, melainkan juga menjadi predator utama di sungai‑sungai yang tercemar.

Spesies ini memangsa hampir semua sumber daya di sungai: tumbuhan air, invertebrata kecil, dan bahkan ikan kecil. Karena hampir tidak ada organisme yang memangsa sapu‑sapu, populasi ikan ini tumbuh tanpa hambatan. "Ketika berada di luar habitat aslinya, sapu‑sapu dapat menggeser keberadaan ikan lokal. Karena sedikit organisme yang memangsa, populasinya tumbuh tanpa hambatan," jelas Veryl.

Keunggulan lain adalah daya tahan tinggi terhadap kondisi lingkungan buruk. Di sungai dengan kualitas air yang menurun, banyak ikan lokal tidak mampu bertahan. Sebaliknya, sapu‑sapu tetap hidup dan berkembang pesat. "Singkatnya, ketika sungai tercemar berat, ikan lain mati, sementara sapu‑sapu tetap bertahan. Itu yang membuat populasinya tampak meledak," tambahnya.

Dengan kemampuan reproduksi yang luar biasa, toleransi terhadap polusi, dan kurangnya predator alami, ikan sapu‑sapu menjadi ancaman serius bagi ekosistem perairan Indonesia. Dampaknya terlihat jelas: populasi ikan lokal menurun, sedangkan sapu‑sapu mendominasi ruang dan sumber daya di sungai‑sungai yang tercemar. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami dampak jangka panjang dan mencari solusi mitigasi yang efektif.

ikan sapuu-sapuspesies invasifreproduksi tinggipredator sungaitoleransi polusiancaman ekosistemtumbuh tanpa hambatan

Komentar

Memuat komentar...