Indeks IHSG Turun 2,19%, Beberapa Saham Naik, DSSA Split

Jaka M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 57 dibaca
Bisik.id
Indeks IHSG Turun 2,19%, Beberapa Saham Naik, DSSA Split

Gambar atau konten salah?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi perdagangan pada 02 April 2024 di zona merah, turun 2,19 % menjadi 7 026,78. Meski begitu, beberapa saham tetap menunjukkan kenaikan, di antaranya BBCA, DSSA, dan MSIN yang melonjak signifikan.

Di sisi lain, tekanan terbesar datang dari saham BREN, AMMN, dan BYAN yang mengalami penurunan cukup dalam. Investor asing masih menjadi penjual utama, dengan nilai jual bersih mencapai Rp864,49 miliar di pasar reguler dan Rp813,82 miliar secara keseluruhan.

Secara sektor, hampir semua mengalami pelemahan. Sektor basic industrial mencatat penurunan paling dalam, sementara sektor cyclicals menjadi satu-satunya yang masih bergerak menguat tipis.

Di pasar global, bursa saham Amerika Serikat menutup bervariasi. Indeks Dow Jones melemah, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masih mampu mencatat kenaikan terbatas. Sentimen pasar turut dipengaruhi oleh meningkatnya kekhawatiran geopolitik setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait potensi eskalasi konflik. Kondisi ini sebelumnya sudah tercermin pada kenaikan harga minyak dunia, baik Brent maupun WTI, serta pelemahan indeks ETF berbasis Indonesia seperti EIDO dan MSCI Indonesia di akhir pekan lalu.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkap adanya saham dengan tingkat kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) per 2 April. Terdapat sembilan emiten dengan porsi saham beredar (free float) di bawah 5 %:

  • ROCK
  • IFSH
  • SOTS
  • AGII
  • BREN
  • MGLV
  • DSSA
  • LUCY
  • RLCO

Kondisi ini mencerminkan likuiditas yang relatif terbatas karena kepemilikan saham terpusat pada pihak tertentu. Pelaku pasar pun mulai mencermati peluang perubahan komposisi indeks MSCI Indonesia Large Cap, khususnya untuk saham BREN dan DSSA yang memiliki free float masing‑masing 2,69 % dan 4,24 %.

DSSA berencana melakukan stock split dengan rasio 1:25 setelah memperoleh persetujuan dalam RUPS pada 11 Maret 2024. Jumlah saham beredar akan meningkat menjadi 192,63 miliar lembar dari sebelumnya 7,70 miliar lembar. Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku pada 09 April 2024. Dengan asumsi harga penutupan 02 April 2024 di level Rp 70 375 per saham, maka harga teoritis pasca stock split berada di kisaran Rp 2,815 per lembar saham.

Langkah stock split ini umumnya dilakukan untuk meningkatkan keterjangkauan harga saham di pasar, sehingga diharapkan dapat memperluas partisipasi investor serta menjaga aktivitas perdagangan.

Rekomendasi Saham Hari Ini

  • STAA – Buy 1 320–1 330 | TP 1 370–1 400 | SL 1 245
  • GJTL – Buy 1 090–1 100 | TP 1 125–1 135 | SL 1 040
  • ICBP – Buy 7 275–7 325 | TP 7 500–7 575 | SL 6 900
  • NISP – Buy 1 465–1 475 | TP 1 500–1 520 | SL 1 410
  • MNCN – Buy 224–228 | TP 236–244 | SL 212

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing‑masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi.

Dengan pasar yang menutup lebih rendah, beberapa saham tetap menunjukkan kekuatan, sementara penjualan besar oleh investor asing menambah tekanan. Kondisi kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi menambah perhatian terhadap likuiditas, dan langkah DSSA melakukan stock split diharapkan dapat membuat sahamnya lebih terjangkau bagi investor.

IHSGBRENDSSAstock splitHSCinvestor asinggeopolitik

Komentar

Memuat komentar...