Indomobil Buka Merek China, Optimalkan Komponen Bersama

Dian P. · 2 min baca · 26 hari lalu · 57 dibaca
Bisik.id
Indomobil Buka Merek China, Optimalkan Komponen Bersama

Gambar atau konten salah?

Industri otomotif di Indonesia terus menjadi sorotan, terutama karena banyak merek global yang kini hadir di pasar ini. Salah satu pemain utama, Indomobil Group, memutuskan untuk membawa merek asal China ke tanah air.

Keputusan ini tidak datang begitu saja. Andrew Nasuri, anggota Board of Director Indomobil Group, menjelaskan alasan di balik langkah tersebut. Ia menekankan pentingnya skala produksi dan komponen yang dapat dipakai bersama.

“Jadi, kita itu kalau membuat kendaraan, kita harus lihat dari skala produksi, sparepart-Komponen.China itu tuh komponen manufacturing itu sudah bukan antara grup, tapi antara merek.Baterai CATL,semua merek pakai CATL. Itu adalah cost efficiency yang luar biasa,” ujar Andrew.

Andrew juga menunjukkan perbandingan dengan pasar di negara lain. Ia mengutip contoh dari Jepang dan Jerman, di mana masing‑masing merek bersaing ketat.

“Sedangkan Jepang (brand otomotif asal Jepang), gue-gue elu-elu (masing-masing brand otomotif asal Jepang bersaing satu sama lain), That’s the mentality-kan. Jerman juga begitu (brand otomotif asal Jerman saling bersaing). Oke komponen manufacturing, mereka share manufacturing itu hanya antar group,” lanjut Andrew.

Andrew menambahkan bahwa meski grup berbeda, setiap merek bersedia berbagi.

“Meski berbeda group. Namun masing-masing brand mau berbagi.”

Ia menyoroti keunggulan China dalam hal produksi murah berkat keterampilan dan sistem berbagi komponen.

“China itu, You lihat barang-barangnya mereka.Komponen maker-nya sama semuanya. Akhirnya sharing, jadicost of production-nya luar biasa-very cheap. Jadi bukannya bilang, barang di China kok bisa murah?Karena skill.All about skill, bro. Lu kalau sudah namanya produksi, skill itu udah gila.Once you have the skill, itu price turun,” kata Andrew.

Namun, Andrew menegaskan bahwa Indomobil Group tidak akan mengandalkan China sebagai satu-satunya basis produksi.

“Tidak,” tegas Andrew. “Karena kita lihat itu, China itu adalah basis produksi doang.”

Ia juga menyoroti kecerdasan konsumen di Indonesia, yang sudah familiar dengan kualitas dan harga dari berbagai negara.

“Orang Indonesia sudah pinter, orang Indonesia sudah lihat dari China, atau dari negara apa. Mereka sudah lihat quality begini,dengan harga segini. Yah mau apa?Gitu lho,” Andrew menambahkan.

Terakhir, Andrew menekankan perlunya edukasi pasar. Ia menjelaskan bahwa edukasi bukan sekadar informasi, melainkan nilai.

“Pasar Indonesia itu perlu edukasi.edukasi ini adalah education is value. Ini beda kalau passenger-passenger, commercial-commercial ya. Passenger itu adalah Saat Anda liat undaraan You suka desainnya. Itu very personal. You suka desain ini, desain A, desain B, desain C. Strategi Indomobil sekarang adalah saya mau semua orang itu ambil barang (beli mobil) di Indomobil,” kata Andrew.

Dengan menekankan efisiensi produksi, berbagi komponen, dan edukasi konsumen, Indomobil Group berusaha menyesuaikan diri dengan dinamika pasar otomotif yang terus berubah di Indonesia.

Indomobil Groupindustri otomotif Indonesiamerek ChinaCATL bateraiefisiensi produksiberbagi komponenedukasi pasar

Komentar

Memuat komentar...