Indonesia Amankan Minyak Rusia, Siap Investasi Infrastruktur

Hendra M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 65 dibaca
Bisik.id
Indonesia Amankan Minyak Rusia, Siap Investasi Infrastruktur

Gambar atau konten salah?

Indonesia berhasil mengamankan pasokan crude oil dari Rusia setelah Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Vladimir Putin di Istana Kremlin pada Senin, 13 April 2026.

Di Jakarta, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa selain pasokan minyak mentah, Rusia juga bersedia berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur energi di tanah air.

Kita akan mendapat pasokan crude dari Rusia, dan juga dari pihak Rusia akan siap membangun beberapa infrastruktur yang penting dalam rangka meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional kita,” ujar Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis, 16 April 2026.

Bahlil menjelaskan bahwa rencana investasi ini merupakan salah satu poin yang dibahas dalam pertemuannya dengan Menteri ESDM Rusia dan utusan khusus Putin, sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa rincian investasi masih perlu dibicarakan lebih lanjut dengan perwakilan Rusia. Ia belum dapat mengonfirmasi besaran dana atau lokasi fasilitas yang akan dibangun.

Itu salah satu poin yang kemarin kita bicarakan bahwa memang ada beberapa investasi mereka yang sudah siap untuk masuk. Tetapi finalisasinya tunggu ada satu dua putaran lagi dengan kami. Khusus untuk dengan kilang dan storage. Nanti kita akan sampaikan,” tambahnya.

Namun, Bahlil menegaskan bahwa investasi Rusia di sektor energi di Indonesia tidak akan sebesar investasi yang dilakukan di Kilang Tuban, Jawa Timur.

Kalau di Tuban itu kan banyak produk yang dihasilkan dan skalanya kan skala besar. Tapi kalau yang ini mungkin dalam skala yang tidak sebesar di Tuban. Kasih saya waktu untuk selesaikan,” ujarnya.

Dengan kesepakatan ini, Indonesia menambah diversifikasi pasokan minyak mentahnya dan membuka peluang kerja sama pembangunan infrastruktur energi. Investasi yang masih dalam tahap perundingan dapat memperkuat ketahanan energi nasional, meski belum mencapai skala proyek besar seperti Kilang Tuban.

Indonesiaminyak mentahinvestasi energiRusyaKilang TubanPrabowo Subiantoinfrastruktur energi

Komentar

Memuat komentar...