Indonesia Hadapi Saint Kitts di Stadion Utama 27 Maret 2026

Andi B. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 74 dibaca
Bisik.id
Indonesia Hadapi Saint Kitts di Stadion Utama 27 Maret 2026

Gambar atau konten salah?

John Herdman pernah mengajar Timnas Kanada dan sekaligus menghadapi tim kecil dari Saint Kitts dan Nevis pada 19 November 2018. Dalam pertandingan itu, Kanada memenangkan laga dengan skor tipis 1–0.

Kini, saat memimpin Timnas Indonesia, Herdman akan bertemu kembali dengan Saint Kitts dan Nevis di FIFA Series 2026. Pertandingan ini dijadwalkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada 27 Maret 2026.

Meskipun lawan dianggap tidak terlalu dikenal, Herdman menegaskan bahwa tim yang dipimpin oleh Keith Kayamba Gumbs tidak boleh dianggap remeh. Pengalaman bersama Kanada menjadi bukti nyata akan ketangguhan mereka.

“Saya pernah bermain melawan Saint Kitts and Nevis pada 2019 dan itu sangat sulit. Kami timnas Kanada menang 1–0. Mereka mempunyai tim dan pemain yang mirip hanya saja saat ini pelatihnya berbeda,” kata Herdman pada 24 Maret 2019.

“Tim analis kami memberitahukan kami bahwa mereka mempunyai sebuah permainan bagus. Mereka juga punya profil transisi berkualitas baik dari kekuatan, kecepatan, dan umpan‑umpan langsung,” tambahnya.

Sebagai negara Persemakmuran, banyak pemain Saint Kitts dan Nevis bermain di Inggris, sebagian besar di klub bawah. Tim The Sugar Boyz membawa 23 pemain ke Jakarta, di antaranya yang berkarier di Inggris dan yang berasal dari klub dalam negeri.

“Karena mereka mempunyai pelatih baru, kami harus fokus pada diri kami sendiri. Ini merupakan identitas timnas Indonesia baru. Jadi di sana kami fokus dan harus juga memikirkan transisinya,” ucap Herdman.

Perbandingan antara pengalaman sebelumnya dan persiapan saat ini menunjukkan bahwa Herdman menilai Saint Kitts dan Nevis sebagai tantangan serius, sekaligus menekankan pentingnya fokus dan transisi bagi Timnas Indonesia.

John HerdmanTimnas KanadaSaint Kitts dan NevisFIFA Series 2026Stadion Utama Gelora Bung KarnoTimnas IndonesiaTransisi

Komentar

Memuat komentar...