Indonesia-Jepang Perkuat SDM Perikanan lewat Proyek JICA
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Jepang menyoroti potensi besar tenaga kerja perikanan Indonesia. Menangkap peluang tersebut, KKP menjalin kerja sama strategis dengan pemerintah Jepang melalui JICA dalam Project for Indonesia-Japan Circulation of Human Resources in Blue Economy.
Kerja sama ini berawal dari pertemuan courtesy call antara KKP dan para pakar JICA di Jakarta. Sekretaris BPPSDM Lilly Aprilya Pregiwati menyampaikan apresiasi atas dukungan Jepang dan menyambut kehadiran para ahli sebagai penanda dimulainya kerja sama yang sangat strategis ini.
“Kerja sama ini tidak hanya memperkuat kapasitas SDM kelautan dan perikanan Indonesia, tetapi juga menjawab kebutuhan tenaga kerja sektor perikanan di Jepang. Indonesia siap berkontribusi sebagai mitra yang andal dalam menyediakan tenaga kerja yang terampil, tersertifikasi, dan sesuai dengan kebutuhan industri,” ujar Lilly dalam siaran keterangan tertulis, Senin, 6 April 2026.
“Kami berkomitmen untuk memastikan implementasi proyek ini berjalan efektif, terkoordinasi, dan memberikan manfaat nyata bagi kedua negara,” tambahnya.
Proyek ini bertujuan memperkuat kapasitas SDM kelautan dan perikanan Indonesia agar mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja di Jepang. Kegiatan meliputi pelatihan di Jepang, pengadaan sarana dan prasarana pembelajaran modern, serta penugasan tenaga ahli, termasuk pengajar bahasa Jepang.
Kerja sama akan berlangsung selama tiga tahun sejak kedatangan para ahli pada 30 Maret 2026. Lokasi pelaksanaan berada di Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Kampus Jakarta, Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, dan Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Ambon.
Agenda pertemuan mencakup pengenalan delegasi, pemaparan profil BPPSDM KKP, penjelasan awal lokasi proyek, serta diskusi rencana implementasi. Rencana juga mencakup penyiapan fasilitas kerja bagi para ahli di Politeknik AUP Jakarta.
Melalui kolaborasi ini, Lilly berharap dapat terjalin kerja sama yang harmonis dalam meningkatkan kualitas SDM kelautan dan perikanan Indonesia. Ia juga menekankan dukungan terhadap program prioritas nasional serta memenuhi kebutuhan tenaga kerja sektor perikanan di Jepang secara saling menguntungkan.
Inisiatif ini menandai langkah konkret Indonesia dalam memperkuat hubungan ekonomi maritim dengan Jepang, sekaligus membuka peluang bagi tenaga kerja Indonesia untuk berkontribusi di pasar tenaga kerja global. Dengan pelatihan dan sertifikasi yang terstandarisasi, para profesional perikanan Indonesia dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri Jepang, memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis di sektor maritim.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tarif Listrik Tetap 2017, Subsidi Naik Rp201 Triliun
BEI Hadiri Pertemuan Investor Global, Kuatkan Pasar Modal
Purbaya Jelaskan Defisit APBN 3% di Pertemuan S&P Jakarta
AS Pasang Tarif 10% pada Impor Indonesia, Pemerintah Menelaah
Kementerian Perhubungan Realisasi 32,27% Anggaran Tahun 2026
IHSG Turun 2%+; LQ45 Laba Naik 29,9%, Investor Fokus Fundamental
Berita Terbaru
Orang Tua Kritik Menu MBG Cibodas: Nugget, Anggur, Kedelai
Argentina Skuad Piala 2026: Messi Sang Unggul, Generasi Baru
Ika Sartika 50, Ditolak Lowongan Rumah Tangga di Ciamis
Ariston Perkenalkan Lini Pemanas Air Baru di Indonesia
Bandung Siapkan Mesin Insinerator 5 Ton/Jam untuk TPS Ciwastra
Temuan Arca dan Logam Kuning di Candi Losari, Magelang
Persaingan Tinggi pada UTBK Plus Unair 2026 Untuk Mahasiswa
Influencer Jakarta Viral Cosplay Disabilitas, Kontroversial
Prabowo Tekankan Standar 8 Potong Ayam MBG, Kumink Jelaskan
