Indonesia Mulai Pakai B50 Serentak, Bahan Bakar Nabati 50%

Eko P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 61 dibaca
Bisik.id
Indonesia Mulai Pakai B50 Serentak, Bahan Bakar Nabati 50%

Gambar atau konten salah?

Indonesia akan menerapkan bahan bakar minyak (BBM) jenis B50 secara serentak pada 1 Juli 2026. Campuran ini terdiri dari 50 persen BBM nabati dan 50 persen BBM fosil. Kebijakan ini berlaku untuk semua sektor, mulai dari otomotif hingga industri dan transportasi.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa B50 akan menjadi bahan bakar wajib sejak tanggal tersebut. “Mulai (1 Juli), itu untuk semua sektor. Semua sektor tadi (pakai) B50,” ujarnya.

Pengujian B50 masih berlangsung. Pada 9 Desember 2025, 9 unit kendaraan mulai menjalani uji jalan. Setelah itu, ESDM akan memeriksa kondisi mesin. Target penyelesaian uji coba untuk sektor otomotif adalah Mei 2026, sementara pengecekan mesin direncanakan selesai pada Juni 2026. Menurut Eniya, hasil sementara menunjukkan bahwa kualitas bahan bakar B50 telah memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan.

PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) juga tengah melakukan pengujian intensif pada unit produksi mereka. Vice President Director IAMI, Anton Rusli, mengatakan tidak ada masalah signifikan saat menggunakan B50 untuk kendaraan Isuzu. “Harusnya tidak terjadi banyak sekali permasalahan, kalaupun ada sesuatu kami akan adjust sedikit,” ujarnya.

PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) menegaskan performa mesin tetap stabil meski telah menempuh jarak cukup jauh dengan B50. Sales & After Sales Director HMSI, Susilo Darmawan, menyatakan bahwa sejauh ini belum ada gangguan teknis yang berarti. “Menariknya, isu soal filter solar yang lebih cepat kotor--yang biasanya menghantui pengguna biodiesel--belum terlihat di pengujian ini.” “Hasil sementara ini masih sinkron, dari hasil tes kemarin belum pernah diganti,” tambahnya.

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) memantau road test yang kini hampir mencapai hasil akhir. “Penting bagi kami mengetahui hasilnya setelah B50 ini digunakan untuk sampai 50 ribu kilometer,” ujar Aji. Meski demikian, ia mengonfirmasi bahwa armada tes Mitsubishi Fuso mereka tidak menunjukkan gejala kerusakan. “Sampai saat ini melakukan road test tidak ada issue,” jelas dia.

Selain sektor otomotif, B50 juga diuji pada alat mesin pertanian, alat berat pertambangan, angkutan laut, kereta api, dan pembangkit listrik. Semua sektor ini sedang dalam fase uji jalan atau evaluasi mesin.

Pengujian yang berkelanjutan menunjukkan bahwa B50 dapat beroperasi tanpa gangguan signifikan pada berbagai jenis kendaraan dan mesin. Hal ini menandai kesiapan Indonesia untuk beralih ke bahan bakar yang lebih bersih dan berkelanjutan, sekaligus menurunkan ketergantungan pada bahan bakar fosil.

B50BBM nabatiBBM fosiluji jalansektor otomotifESDMenergi bersih

Komentar

Memuat komentar...