Indonesia Pindah Sumber Bahan Baku Pupuk ke Asia Tengah

Yanto K. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 83 dibaca
Bisik.id
Indonesia Pindah Sumber Bahan Baku Pupuk ke Asia Tengah

Gambar atau konten salah?

Perang di Timur Tengah yang semakin memanas menimbulkan gangguan pada pasokan bahan baku utama pupuk. Karena itu, Indonesia memutuskan untuk mencari sumber bahan baku pupuk dari wilayah lain, menggantikan ketergantungan pada pasokan dari kawasan tersebut.

Di kantor Menteri Perdagangan Budi Santoso, beliau mengungkapkan rencana pemerintah untuk memindahkan impor bahan baku pupuk ke negara‑negara Asia Tengah, seperti Kazakhstan dan Uzbekistan. Ia menekankan bahwa negara‑negara Eurasia memiliki cadangan yang cukup besar.

“Ya pupuk kita mau ngambil, sebenarnya kita impor dari Eropa Timur kan banyak. Ya kaya dari Kazakhstan, Uzbekistan, negara-negara Eurasia. Itu banyak, ya bisa dialihkan dari situ,” ujar Budi pada pertemuan di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (27 Maret 2026).

Sejauh ini, Budi belum menerima keluhan mengenai kesulitan pengadaan bahan baku pupuk dari PT Pupuk Indonesia (Persero), BUMN produsen pupuk. Hal ini menunjukkan bahwa stok dan jalur pengadaan masih dalam kondisi aman.

“Sampai sekarang sih belum ada ya dari pihak BUMN belum ngobrol ke kita. Artinya dari pihak BUMN belum ada keluhan ya ke kami. Saya kira mungkin teman‑teman di BUMN belum ada masalah. Mudah‑mudahan sih nggak ada masalah,” tutur Budi.

PT Pupuk Indonesia (Persero) pun menegaskan bahwa pasokan pupuk nasional tetap terjaga meski gejolak geopolitik di Timur Tengah berlangsung. Perusahaan ini memiliki kapasitas produksi serta cadangan stok bahan baku yang memadai untuk menjaga kelangsungan pasokan pupuk bagi petani.

“Pupuk Indonesia berkomitmen menjalankan mandat pemerintah untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pupuk bagi petani. Di tengah dinamika geopolitik yang terjadi, kami memastikan pasokan pupuk nasional tetap aman sehingga petani dapat terus menanam, tanpa perlu khawatir terhadap ketersediaan pupuk,” kata Yehezkiel Adiperwira, Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, dalam keterangannya, Sabtu (7 Maret 2026).

Kapasitas produksi Pupuk Indonesia Grup mencapai 14,5 juta ton per tahun untuk berbagai jenis pupuk. Khusus untuk pupuk urea, kapasitas produksi mampu memenuhi seluruh kebutuhan domestik.

Untuk bahan baku, Pupuk Indonesia saat ini memperoleh fosfat (P) dari negara‑negara Afrika Utara, seperti Maroko, Tunisia, dan Aljazair. Kalium (K) diimpor dari Kanada dan Laos, yang berada di luar wilayah konflik Timur Tengah, sehingga risiko gangguan pasokan dapat diminimalkan. Sulfur (S) yang berasal dari Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait juga masih dapat diakses melalui pasokan alternatif dari Kanada.

Dengan langkah-langkah ini, Indonesia berusaha memastikan bahwa petani tetap memiliki akses ke pupuk yang diperlukan, meski konflik di luar negeri berlanjut. Keberlanjutan pasokan bahan baku, baik melalui diversifikasi sumber maupun pengelolaan stok, menjadi kunci bagi stabilitas produksi pertanian nasional.

Pasokan PupukIndonesiaPerdaganganBahan BakuEurasiaGeopolitik Timur TengahDiversifikasi SumberKapasitas Produksi

Komentar

Memuat komentar...