Indonesia Produksi Mobil Etanol E20, Ekspor ke Luar Negeri

Yanto K. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 54 dibaca
Bisik.id
Indonesia Produksi Mobil Etanol E20, Ekspor ke Luar Negeri

Gambar atau konten salah?

Harga minyak dunia melambung tinggi karena konflik di Timur Tengah. Kendaraan berbahan bakar alternatif bisa menjadi solusi. Indonesia sudah mampu memproduksi mobil dengan bahan bakar bioetanol.

Menurut Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Indonesia kini memasuki fase baru pengembangan energi berbasis biofuel, termasuk produksi mobil berbahan etanol. Bahkan pabrik otomotif Indonesia sudah mengekspor mobil bioetanol ke luar negeri.

“Dengan geopolitik memanas, Insya Allah kita akan percepat etanol 20% (E20),” kata Amran seperti dikutip CNBC Indonesia.

Kata Amran, mobil berbahan bakar etanol telah diproduksi oleh PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Mobil produksi PT TMMIN bisa meminum bensin dengan campuran etanol 20% (E20).

“Sekarang mobilnya sudah ada di Indonesia. PT Toyota produksi mobil untuk etanol E20. Di ekspor ke Brasil, E27. Tinggal dipakai. Kita tinggal giling. Ini etanol kita, ubi kita, jagung kita, langsung masukkan,” ujarnya.

Saat ini di Indonesia sudah ada produk bahan bakar bioetanol, yaitu Pertamax Green. BBM tersebut dicampur etanol 5%.

Pertamax Green 95 dengan kandungan 5% Bioetanol (E5) sudah 2 tahun dipasarkan oleh Pertamina Patra Niaga. Bahan bakar ini menggunakan bahan baku lokal sebagai prioritas utama dengan memanfaatkan tetes tebu (molase) yang dijadikan bioetanol fuel grade dari pemasok atau supplier lokal di Mojokerto, Jawa Timur.

Pertamax Green 95 merupakan campuran dari bahan bakar fossil (Gasoline) dengan bahan bakar nabati (Etanol) yang berasal dari tanaman tebu dengan memprioritaskan bahan baku lokal.

Dengan adanya mobil dan bahan bakar bioetanol, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Produksi lokal dan ekspor menunjukkan potensi pasar biofuel yang semakin luas.

minyak duniabioetanolmobil E20PT Toyota Motor Manufacturing IndonesiaPertamax Greeneksporketergantungan fosil

Komentar

Memuat komentar...