Indonesia Siapkan Strategi Hindari Jebakan Pendapatan Menengah

Dewi M. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 86 dibaca
Bisik.id
Indonesia Siapkan Strategi Hindari Jebakan Pendapatan Menengah

Gambar atau konten salah?

Jakarta – Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan strategi pembangunan untuk menghindari jebakan pendapatan menengah, atau yang sering disebut middle‑income trap. Strategi ini harus dijalankan di tengah ketidakpastian global yang terus meningkat.

“Tantangan global saat ini, termasuk tekanan harga komoditas dan dinamika ekonomi dunia menuntut respons kebijakan yang adaptif namun tetap berpijak pada fondasi yang kuat,” ujar Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara dalam keterangan tertulis, Selasa 07 April 2026.

Menurut Suahasil, ada lima agenda besar pembangunan yang menjadi kunci untuk keluar dari jebakan tersebut:

  • Peningkatan produktivitas tenaga kerja melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, termasuk pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.
  • Pembangunan infrastruktur untuk memperluas akses layanan dasar serta memperkuat ketahanan pangan dan energi.
  • Reformasi kelembagaan guna menciptakan birokrasi yang efektif, kredibel, dan mampu menghasilkan regulasi yang berdampak nyata bagi perekonomian.
  • Penguatan kebijakan ekonomi makro yang adaptif dan responsif terhadap dinamika global.
  • Menjaga stabilitas politik dan keamanan sebagai prasyarat utama keberhasilan pembangunan.

“Konsisten aja pada lima ini, kalau buat saya. Nah tentu konsistensi ini kita terjemahkan di setiap periode pemerintahan dan oleh setiap periode pemerintahan diterjemahkan dalam APBN dari tahun ke tahun,” tutur Suahasil.

Suahasil menegaskan pentingnya kredibilitas dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. “Kredibilitas menjadi sangat penting. APBN yang kredibel, Danantara yang kredibel dan tentu kebijakan moneter yang kredibel, yang dipercaya oleh masyarakat, dipercaya oleh dunia usaha. Ini menjadi modal yang sangat penting, ini menjadi imperatif dari semua yang mengelola kebijakan fiskal, moneter, maupun kebijakan investasi Republik Indonesia,” jelasnya.

Ia optimis Indonesia mampu keluar dari middle‑income trap dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Saat ini, fundamental ekonomi Indonesia diklaim tetap menunjukkan kinerja relatif solid dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 5%.

“Itu banyak negara lain iri bisa punya pertumbuhan di atas 5%, bisa punya inflasi di kaliber 3%. Lalu kemudian surplus dagang kita sudah 70 bulan berturut‑turut, 5 tahun lebih surplus dagang, cadangan devisa kita memadai, manufaktur kita masih ekspansif,” jelasnya.

Dengan fokus pada lima agenda utama dan menegakkan kredibilitas fiskal serta moneter, pemerintah berharap Indonesia dapat menjaga kestabilan ekonomi dan sosial, sekaligus menumbuhkan kepercayaan investor dan masyarakat. Keberhasilan strategi ini akan bergantung pada konsistensi pelaksanaan kebijakan di setiap periode pemerintahan dan pada kemampuan negara untuk menyesuaikan diri dengan dinamika global yang terus berubah.

trapa pendapatan menengahkredibilitas fiskalpertumbuhan ekonomiinfrastrukturketahanan panganpeningkatan produktivitas tenaga kerjareformasi kelembagaan

Komentar

Memuat komentar...