Indonesia Surplus Dagang 89,1 Juta USD, 72 Bulan Berturut
Gambar atau konten salah?
Surplus perdagangan Indonesia pada bulan April 2026 mencapai US$ 89,1 juta, menandai periode 72 bulan berturut‑turut dengan surplus sejak Mei 2020.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik, Pudji Ismartini, menyatakan: “Pada April 2026 neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar US$ 89,1 juta. Neraca perdagangan Indonesia dengan demikian telah mencatatkan surplus selama 72 bulan berturut‑turut sejak Mei 2020.”
Surplus ini didorong oleh komoditas nonmigas. US$ 3,53 miliar berasal dari lemak dan minyak hewani atau nabati (HS 15), bahan bakar mineral (HS 27), serta besi dan baja (HS 72).
Di sisi lain, neraca dagang migas mencatat defisit US$ 3,44 miliar. Komoditas penyumbang defisit adalah minyak mentah hasil minyak dan gas alam.
Data ini menunjukkan bahwa ekspor barang nonmigas kuat, sementara impor migas tetap menekan neraca perdagangan. Perubahan pola komoditas ini memberi sinyal tentang ketergantungan energi dan potensi diversifikasi ekspor Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Nasabah Maybank: Reksa Dana Jatuh Tempo 2023 Belum Cair
IHSG Sentuh 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor
China Beri Peringkat Utang Tertinggi ke Indonesia
Sandwich Generation: 82,96% Rumah Tangga Masih Bergantung pada Lansia
Bank Mandiri Perkuat Keamanan Siber Digital
Menkeu Bantah Rumor S&P Turunkan Peringkat Indonesia
