Indonesia Tak Bangkrut, Katakan Ketua Komisi XI DPR

Jaka M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 140 dibaca
Bisik.id
Indonesia Tak Bangkrut, Katakan Ketua Komisi XI DPR

Gambar atau konten salah?

Jakarta, Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, menegaskan bahwa Indonesia tidak akan bangkrut. Ia menyoroti kekayaan sumber daya alam negara ini, yang menjadi alasan utama ketegasan tersebut.

Menurut Misbakhun, Indonesia menyuplai 43 % batu bara dunia, 40 % minyak sawit mentah (CPO) dan lebih dari 60 % nikel bagi pasar internasional. Data ini menunjukkan posisi strategis Indonesia dalam rantai pasokan global.

“Kalau ada orang yang mengatakan APBN kita bangkrut, nggak mungkin kita bangkrut. Bayangkan Indonesia ini 43% batu bara dunia itu disuplai oleh Indonesia. CPO 40%, nikel bahkan melebihi 60%,” ungkap Misbakhun dalam acara Jogja Financial Festival, Sabtu (23 Mei 2026).

Ia juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki komoditas strategis lain seperti karet, kopi, hingga berbagai ikan laut. “Negara sekaya Indonesia tidak mungkin akan menjadi negara yang bangkrut, ada persoalan bagaimana kita mengumpulkan pajak itu persoalan negara, ada bagaimana kita ma-manage nilai tukar, itu persoalan pengambilan kebijakan di sektor moneter. Tetapi negara ini terlalu kaya untuk dikatakan sebagai negara yang akan mempunyai posisi bangkrut,” tegasnya.

Misbakhun menambahkan bahwa Indonesia termasuk dalam jajaran negara G20 dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5 %. Neraca perdagangan negara juga tercatat positif, dengan surplus selama 71 bulan. Ia menyebut kekhawatiran akan krisis 98 terjadi akibat pengaruh dari konsumsi sosial media, dan menekankan bahwa situasi saat ini merupakan pertemuan antara fundamental dan sentimen, realitas melawan media sosial.

Secara keseluruhan, pernyataan Misbakhun menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam dan posisi ekonomi Indonesia menjadikannya negara yang tidak berisiko bangkrut. Ia menekankan pentingnya pengelolaan pajak, nilai tukar, dan kebijakan moneter dalam menjaga kestabilan ekonomi nasional.

IndonesiaSumber daya alamBatu baraMinyak sawitNikelKebijakan moneterAPBN

Komentar

Memuat komentar...