Indonesia Teliti Beli Plastik Kemasan Beras Malaysia

Rini S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 70 dibaca
Bisik.id
Indonesia Teliti Beli Plastik Kemasan Beras Malaysia

Gambar atau konten salah?

Pada 20 April 2026, Sam Herodian, Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pemerintah, mengungkapkan bahwa pemerintah tengah meneliti kemungkinan membeli plastik kemasan beras dari Malaysia. Keputusan ini muncul di tengah lonjakan harga plastik akibat konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan biaya minyak bumi, bahan baku utama produksi plastik.

Berawal dari kunjungan ke Malaysia untuk membicarakan kerjasama beras, Sam Herodian menjelaskan bahwa pembicaraan tak lama kemudian beralih ke pembelian kemasan. Ia mengingatkan, “Plastik ternyata saya pulang dari Malaysia tawaran itu ada, Kalau kita rajin nyari ke luar ya, kita kan bahan bakunya dari minyak bumi, nah waktu kesana tanpa sengaja kami sedang menawarkan beras, mereka ternyata juga ternyata ekspor impor barang-barang lain, (saya sampaikan) bahwa kita kesulitan plastik,” ujar Sam dalam media briefing di kantor Badan Komunikasi, Jakarta Pusat.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah meminta Malaysia merinci spesifikasi produk. Tidak hanya plastik kemasan beras berukuran 5 kilogram, opsi yang dibahas juga mencakup hermetic bag, kantong penyimpanan kedap udara yang dapat menjaga kualitas beras hingga 2-3 tahun tanpa tambahan obat. Sam menambahkan, “Oke plastik kalau gitu, speknya seperti apa, bahkan bukan hanya plastik untuk kemasan yang 5 kilogram, termasuk namanya hermetic bag untuk bisa menyimpan beras sampai 2-3 tahun tanpa harus dikasih obat dan seterusnya,” tambahnya.

Plastik yang ditawarkan merupakan produk jadi yang diproduksi sesuai pesanan Indonesia, baik dari sisi ukuran maupun jenis bahan. Penggunaannya tidak terbatas pada pengemasan, melainkan juga untuk penyimpanan skala besar yang dapat dipakai berulang kali. Sam menjelaskan, “Plastiknya, itu pesanan, berdasarkan pesanan kita, ukuran, jenisnya, nanti seperti apa gitu,” ia sampaikan.

Kerja sama ini masih berada pada tahap penjajakan. Pemerintah belum membuat keputusan untuk mengimpor kemasan beras dari Malaysia dan tetap membuka opsi sumber pasokan lain sesuai kebutuhan dalam negeri. Sam menegaskan, “Belum-belum (sepakat), masih baru penjajakan. Artinya kita punya sumber yang lain lah, tidak harus dari sana,” tuturnya.

Di tengah ketidakpastian harga plastik global, Indonesia berusaha menemukan alternatif yang dapat menstabilkan rantai pasokan beras. Kerjasama dengan Malaysia menawarkan solusi yang dapat disesuaikan, namun keputusan akhir masih menunggu hasil evaluasi lebih lanjut.

Sam Herodianplastik kemasan berasMalaysiaharga minyak bumihermetic bagrantai pasokan berasevaluasikerjasama

Komentar

Memuat komentar...