Indonesia Tersingkir Thomas Cup 2026, Atlet Ungkap Kejutan

Cahyo S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 106 dibaca
Bisik.id
Indonesia Tersingkir Thomas Cup 2026, Atlet Ungkap Kejutan

Gambar atau konten salah?

Thomas Cup 2026 menegaskan kembali betapa sulitnya bagi dua atlet bulutangkis Indonesia untuk menerima hasil akhir turnamen tersebut. Pada 20 Mei 2026, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin mengungkapkan ketidakpercayaan mereka setelah Indonesia tersingkir setelah kalah 1‑4 dari Prancis di fase grup.

Di awal turnamen, skuad Merah Putih diperkirakan memiliki peluang besar melaju jauh, bahkan menjadi juara. Joaquin menegaskan bahwa komposisi tim pada saat itu sangat kuat dan solid. “Maksudnya siapa sih yang enggak pede? Ya wajar saja kan pede, saya dengan skuad yang menurut saya tim kita kemarin solid, kuat, cuma memang belum rejekinya saja dan saya rasa perlu buat evaluasi lagi,” ujarnya di Pelatnas PBSI.

Namun kenyataan di lapangan berbeda. Setelah menelan kekalahan 1‑4 melawan Prancis, Indonesia gagal lolos fase grup. Joaquin menyatakan bahwa momen paling berat terjadi ketika pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani kalah, yang memastikan langkah Indonesia terhenti. “Kalau setelah pulang sih saya rasa sih sudah reset lagi ya. Cuma yang belum bisa move on pas hari kalahnya. Pas apalagi yang pas Kak Iboy (Sabar/Reza) kalah ya kan itu kan sudah enggak masuk ya. Saya berdiri saja, ‘Kok ini kalah ya?’,” cerita Joaquin.

Raymond merasakan tekanan yang sama, meski tidak dimainkan di laga penentu. Ia mengaku tetap menjadi supporter, tetapi merasakan atmosfer tegang. “Kalau saya kan di penentuan juga enggak (turun), rasanya cuma jadi supporter saja. Tapi bisa merasakan atmosfer sama rasa tegangnya, apalagi kan kalau yang terakhir itu partai Sabar/Reza kan penentuan menang atau kalah, lanjut atau enggaknya, itu terasa banget sih di situ,” ujar Raymond.

Meski gagal total, kedua atlet menegaskan antusiasme mereka untuk kembali dipercaya tampil di turnamen beregu. Joaquin menegaskan, “Enggak dong (kapok), saya kalau dimainin ya saya main terus lah. Siapa yang enggak mau?” Sedangkan Raymond menambahkan, “Ya yang pastinya enggak sih, dan kalau dipercaya turun pasti kami kasih yang maksimal saja.”

Peristiwa ini menyoroti betapa tinggi ekspektasi terhadap skuad bulutangkis Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa hasil akhir tidak selalu mencerminkan kualitas tim. Kegagalan di Thomas Cup 2026 menjadi ajang evaluasi bagi para pemain dan pelatih, sekaligus motivasi untuk memperbaiki performa di kompetisi mendatang.

Thomas Cup 2026Bulutangkis IndonesiaRaymond IndraNikolaus JoaquinKegagalan vs PrancisEvaluasi skuadSabar Karyaman GutamaMoh Reza Pahlevi Isfahani

Komentar

Memuat komentar...