Indonesia Tetap Tahan Harga BBM, Pakar Prediksi Tidak Lama

Teguh A. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 114 dibaca
Bisik.id
Indonesia Tetap Tahan Harga BBM, Pakar Prediksi Tidak Lama

Gambar atau konten salah?

Di tengah kenaikan harga bahan bakar di negara-negara Asia Tenggara, Indonesia tetap menahan harga BBM. Tidak hanya subsidi, harga nonsubsidi juga tidak berubah. Namun, belum ada pengumuman resmi mengenai lamanya penahanan ini.

Presiden, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg), dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum menyatakan kapan harga BBM akan berubah. Masyarakat diingatkan untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

Policy and Program Director Prasasti Center for Policy Studies Piter Abdullah memprediksi penahanan harga BBM tidak akan berlangsung lama. Ia menegaskan bahwa jika harga minyak terus naik hingga akhir tahun, pemerintah akan semakin sulit mempertahankan harga tetap stabil.

“Apabila kenaikan harga minyak berlangsung hingga akhir tahun, akan semakin sulit menahan harga BBM tidak naik. Oleh karena itu masyarakat dan pelaku bisnis perlu memahami bahwa penyesuaian harga energi dalam kondisi tertentu merupakan bagian dari respons kebijakan yang wajar, selama diikuti dengan kompensasi yang tepat sasaran,” ujar Piter dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (04 April 2024).

Piter juga menyoroti kombinasi kenaikan harga energi, pelemahan nilai tukar, dan tekanan fiskal yang perlu diantisipasi untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. Ia menegaskan pentingnya koordinasi kebijakan antarotoritas ekonomi.

“Dalam kondisi seperti ini, koordinasi melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menjadi krusial. Dunia usaha dan pelaku pasar tentu menunggu sinyal kebijakan dari otoritas seperti Bank Indonesia, OJK, serta Kementerian Keuangan mengenai arah stabilitas sistem keuangan ke depan,” tambahnya.

Harga minyak dunia telah melampaui asumsi APBN 2026 yang berada di kisaran US$ 70 per barel. Kini, harga pasarannya sudah mencapai US$ 100-an per barel.

Board of Experts Prasasti yang pernah menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, Halim Alamsyah, menilai bahwa ketika kenaikan harga minyak dunia sudah sejauh itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di bawah 5 persen.

“Dalam skenario harga minyak tinggi yang berkepanjangan, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga berpotensi melambat. Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi dapat turun ke kisaran 4,7-4,9 persen, di bawah rata-rata pertumbuhan sekitar 5 persen dalam beberapa tahun terakhir,” kata Halim.

Berikut harga BBM per 01 April 2026:

Harga BBM BPBP 92: Rp 12.390

BP Ultimate Diesel: Rp 14.620

Harga BBM Pertamina

Pertamax: Rp 12.300/liter

Pertamax Turbo: Rp 13.100/liter

Pertamax Green 95: Rp 12.900/liter

Dexlite: Rp 14.200/liter

Pertamina Dex: Rp 14.500/liter

Harga BBM Vivo

Vivo Revvo 92: Rp 12.390

Vivo Revvo 95: Rp 12.930

Vivo Diesel Primus: Rp 14.610

Secara keseluruhan, Indonesia masih menahan harga BBM meski tekanan global meningkat. Namun, para pakar menekankan bahwa penahanan ini tidak akan bertahan lama jika harga minyak dunia terus naik. Kondisi ini dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi dan memerlukan koordinasi kebijakan yang kuat dari berbagai otoritas keuangan.

penahanan harga BBMkenaikan harga minyak duniastabilitas sistem keuangankoordinasi kebijakanpertumbuhan ekonomi Indonesia

Komentar

Memuat komentar...