Indonesia Tidak Hadir di Homeless World Cup 2026 Mexico City

Arif S. · 3 min baca · 28 hari lalu · 48 dibaca
Bisik.id
Indonesia Tidak Hadir di Homeless World Cup 2026 Mexico City

Gambar atau konten salah?

Bandung – Tim nasional Garuda Jalanan yang telah lama menantikan panggung dunia Homeless World Cup 2026 kini tidak akan hadir di Mexico City. Keputusan ini diumumkan oleh Rumah Cemara, lembaga yang telah mendukung dan mengirim tim Indonesia sejak 2011.

Rumah Cemara dengan berat hati mengumumkan bahwa Indonesia tidak akan berpartisipasi dalam ajang Homeless World Cup 2026 yang akan diselenggarakan di Mexico City,” ujar Rin Aulia, sekretaris Rumah Cemara, dalam keterangannya pada Selasa, 5 Mei 2026.

Menurut Rin, masalah utama bukan sekadar logistik keberangkatan, melainkan ketidakpastian pendanaan yang masih belum teratasi. “Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan secara matang kondisi ketiadaan kepastian pendanaan dan dukungan institusional hingga saat ini,” tambahnya.

Selama beberapa bulan terakhir, Rumah Cemara telah berusaha mencari sponsor dari pemerintah dan sektor swasta. Namun, hasilnya belum memberikan jaminan yang cukup untuk mempersiapkan tim secara layak. “Dalam beberapa bulan terakhir, Rumah Cemara telah melakukan berbagai upaya untuk mengupayakan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan sektor swasta. Namun, hingga batas waktu yang memungkinkan untuk melakukan persiapan secara layak, dukungan tersebut belum dapat dipastikan,” jelas Rin.

Situasi ini bukan hal baru. Sejak 2023, Rumah Cemara menghadapi tantangan pembiayaan yang semakin besar. “Sejak 2023, Rumah Cemara menghadapi tantangan yang semakin besar dalam mengamankan sponsor. Bahkan, sejak tahun tersebut, sebagian besar biaya operasional dan terkait partisipasi lainnya Rumah Cemara tanggung sendiri tanpa dukungan eksternal yang konsisten,” ungkap Rin.

Ketidakpastian dana langsung memengaruhi proses pembentukan tim. Rumah Cemara memilih menunda seleksi pemain yang seharusnya sudah berjalan sejak awal tahun. “Belum kang (diseleksi), karena kita ingin ada kepastian dulu (soal sponsor) baru milih pemain, kita ga mau kecewa, ketika pemain sudah ada, latihan terus berjalan tapi batal main ke HWC,” ujar Rin.

Lebih jauh, Rin menegaskan bahwa masalah ini tidak hanya soal keberangkatan ke luar negeri, tetapi juga tentang kurangnya perhatian terhadap pembinaan jangka panjang bagi para pemain dari kelompok rentan. “Yang kita harapkan juga buka soal bantuan untuk berangkat saja, tapi kita juga butuh perhatian untuk pembinaannya. Kami ingin pemerintah juga hadir di langkah awal, bukan digaris finish,” tegasnya.

Sejak pertama kali berpartisipasi pada 2011, Indonesia secara konsisten menjadikan Homeless World Cup sebagai bagian dari pendekatan sport for development. “Sejak pertama kali berpartisipasi di 2011, Indonesia secara konsisten menjadikan Homeless World Cup sebagai bagian dari pendekatan sport for development,” ucapnya.

Selama lebih dari satu dekade, Garuda Jalanan telah menorehkan perjalanan yang tidak sederhana. Dari debut impresif sebagai tim pendatang baru terbaik pada 2011, hingga finis di papan atas seperti posisi keempat dan kelima di beberapa edisi, tim ini juga konsisten membawa pulang berbagai penghargaan individu dan fair play.

Karena itu, absennya Indonesia tahun ini menjadi alarm keras bagi keberlanjutan program berbasis komunitas di Tanah Air. “Ketiadaan partisipasi Indonesia tahun ini menjadi pengingat bahwa keberlanjutan inisiatif berbasis komunitas, khususnya yang menyasar kelompok marginal masih sangat bergantung pada dukungan lintas sektor yang kuat dan berkelanjutan,” tegas Rin.

Meskipun langkah ke Mexico City terhenti, Rumah Cemara memastikan perjuangan belum usai. Program pemberdayaan akan tetap berjalan, sambil membuka peluang agar Garuda Jalanan bisa kembali terbang di masa depan. “Meskipun demikian, Rumah Cemara tetap berkomitmen untuk melanjutkan berbagai program pemberdayaan melalui olahraga di tingkat komunitas. Upaya untuk membuka kembali peluang partisipasi Indonesia di Homeless World Cup di masa mendatang juga akan terus diupayakan,” pungkasnya.

Peristiwa ini menyoroti betapa pentingnya dukungan finansial dan kebijakan publik bagi inisiatif sport for development. Tanpa dana yang memadai, bahkan tim yang telah berpengalaman dan berprestasi tidak dapat melanjutkan perjalanan mereka. Keputusan ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat memerlukan komitmen lintas sektor yang konsisten dan berkelanjutan.

Rumah CemaraHomeless World Cup 2026Garuda JalananPendanaanSponsorMexico CitySport for DevelopmentProgram Pemberdayaan

Komentar

Memuat komentar...