Inflasi Bali Mei 2026: Cabai Merah & Angkutan Udara Naik
Gambar atau konten salah?
Denpasar, Bali, pada bulan Mei 2026 mengalami inflasi tinggi pada beberapa komoditas. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat inflasi bulanan sebesar 0,42 persen dibandingkan bulan April 2026.
Cabai merah menjadi komoditas dengan inflasi tertinggi, yakni 11,76 persen dengan kontribusi 0,03 persen terhadap total inflasi. Disusul oleh angkutan udara dengan inflasi 8,61 persen dan kontribusi 0,03 persen, serta cabai rawit yang mencatat inflasi 7,63 persen dan kontribusi 0,04 persen.
Komoditas lain yang turut menambah inflasi meliputi bahan bakar rumah tangga (inflasi 2,07 persen, kontribusi 0,04 persen), minyak goreng (inflasi 2,14 persen, kontribusi 0,03 persen), dan beras (inflasi 0,91 persen, kontribusi 0,04 persen).
“Hal ini mencerminkan bahwa kebutuhan pokok rumah tangga menjadi faktor utama pembentuk inflasi pada bulan Mei 2026,” ujar Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, Selasa, 2 Juni 2026.
Secara wilayah, inflasi bulanan tertinggi tercatat di Kabupaten Tabanan sebesar 0,54 persen, diikuti Kota Denpasar 0,50 persen, Singaraja 0,37 persen, dan Kabupaten Badung 0,25 persen.
Agus menjelaskan kenaikan harga beberapa komoditas dipengaruhi faktor cuaca dan kebijakan pemerintah. Menurut data Badan Pangan Nasional, kenaikan harga cabai rawit dan cabai merah berkaitan dengan tingginya curah hujan yang menyebabkan penurunan produksi serta meningkatnya serangan hama pada tanaman. “Kenaikan harga cabai rawit dan cabai merah berkaitan erat dengan tingginya curah hujan yang menyebabkan produksi menurun dan meningkatnya serangan hama,” tambahnya.
Selain itu, penyesuaian harga LPG non‑subsidi yang diberlakukan pemerintah sejak April 2026 masih memberikan dampak pada inflasi Mei 2026. Dari sektor transportasi, kenaikan tarif angkutan udara turut mendorong inflasi, sejalan dengan kebijakan pemerintah melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 1041 Tahun 2026. “Kebijakan pemerintah juga menyebabkan kenaikan harga tiket pesawat udara karena melalui Kementerian Perhubungan menetapkan biaya tambahan untuk tarif penumpang kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri,” jelasnya.
Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa faktor cuaca, kebijakan harga energi, dan tarif transportasi berkontribusi pada pergerakan inflasi di Bali pada Mei 2026. Inflasi yang tinggi pada komoditas pokok dan transportasi menandakan tekanan ekonomi bagi konsumen di wilayah tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
