Inggris Paksa Rumah Baru Pasang Panel Surya, Pompa Panas
Gambar atau konten salah?
London – Inggris sedang menyiapkan peralihan ke energi bersih dengan mendorong rumah-rumah untuk memasang panel surya dan pompa panas. Kebijakan ini muncul sebagai respons terhadap dampak sektor energi akibat perang antara Iran dan Amerika Serikat-Israel.
Pemerintah Inggris mewajibkan pengembang perumahan untuk menanam panel surya dan pompa kalor pada setiap rumah baru. Selain itu, panel surya portabel akan tersedia di toko-toko dalam beberapa bulan ke depan, memberi pilihan bagi warga yang belum memiliki rumah baru.
“Perang Iran sekali lagi menunjukkan bahwa dorongan kita untuk energi bersih sangat penting bagi keamanan energi kita sehingga kita dapat melepaskan diri dari cengkeraman pasar bahan bakar fosil yang tidak kita kendalikan,” kata Menteri Energi dan Perubahan Iklim Inggris, Edward Samuel Miliband, atau Ed Miliband, pada 26 Maret 2026.
Panel surya portabel dirancang agar terjangkau dan mudah dipasang sendiri di balkon atau luar rumah. Perangkat ini dapat dipasang langsung ke stopkontak, sehingga pemilik rumah tidak perlu mengeluarkan biaya instalasi. Hasilnya, tagihan listrik dapat dipangkas secara signifikan.
“Baik melalui panel surya yang dipasang sebagai standar di rumah-rumah baru atau memungkinkan masyarakat untuk membeli panel surya siap pakai di toko-toko, kami bertekad untuk meluncurkan energi bersih sehingga kami dapat memberikan kedaulatan energi kepada negara kami,” tambah Miliband.
Perkiraan menunjukkan bahwa rumah baru yang mengikuti standar ini dapat menghemat pengeluaran energi hingga 830 poundsterling atau Rp 18,7 juta (kurs Rp 22.576) per tahun dibandingkan dengan rumah standar dengan peringkat EPC C. Selain penghematan biaya, rumah dengan standar baru ini lebih nyaman, terjangkau, dan menghasilkan setidaknya 75% lebih sedikit emisi karbon daripada rumah yang dibangun sesuai standar 2013.
Langkah ini menegaskan komitmen Inggris untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan meningkatkan efisiensi energi di sektor perumahan. Dengan mengintegrasikan teknologi bersih ke dalam pembangunan rumah, negara ini berusaha menyiapkan infrastruktur yang lebih aman dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Penurunan Wisnus Bali 4,14% Tahun Ini, 2,03% Bulanan
SIM Keliling Kembali Operasi di Badung dan Buleleng Pusat
Cuaca cerah berawan Bali, hujan ringan Badung Denpasar
Kamis 04 Juni 2026: Hari Ala Ayuning Dewasa, Waktu Lahan
Badung Bangun Tempat Penampungan Sampah B3 di Mengwitani
SMPN 5 Pupuan, Disdik Tabanan Atasi Rendahnya Siswa
Berita Terbaru
Moody's Atur Peringkat Baa2 Negatif untuk Danantara Investasi
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Turun di Bawah Rp18.000
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
Perpres No.27 2026: Potongan Ojek Online 8% Belum Berlaku
Brasil Bayar 203 Miliar Rupiah ke Ancelotti, Piala 2026
PPh Final 0,5% Permanen, PT Non‑Perorangan Dikeluarkan
