Investasi Q1 2026 Rp498,8 Triliun, Singapura 4,6 Miliar USD
Gambar atau konten salah?
Realisasi investasi Indonesia triwulan I 2026 mencapai Rp 498,8 triliun, setengahnya berasal dari penanaman modal asing (PMA). Data ini disampaikan oleh Kementerian Investasi dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada acara konferensi pers di Jakarta.
Menteri Investasi dan Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan bahwa lima negara dengan kontribusi terbesar di tiga bulan pertama 2026 masih didominasi oleh Singapura. “Memang kalau kita lihat selama 10 tahun terakhir ini Singapura konsisten dari segi pencatatannya menjadi negara terbesar FDI ke Indonesia yaitu Singapura kurang lebih US$ 4,6 miliar,” ujarnya.
Singapura menempati posisi pertama dengan investasi sebesar US$ 4,6 miliar, setara dengan Rp 75,9 triliun menggunakan kurs APBN Rp 16.500 per dolar AS. Negara ini telah menjadi investor terbesar di Indonesia selama lebih dari satu dekade.
Di posisi kedua, Hong Kong menanamkan modal sebesar US$ 2,7 miliar, sementara China di posisi ketiga menaruh US$ 2,2 miliar. “Sehingga kalau ini kita gabung antara Hong Kong dan Tiongkok mereka menjadi investor terbesar Indonesia kurang lebih US$ 4,9 miliar,” tambah Rosan.
Amerika Serikat dan Jepang menempati posisi keempat dan kelima dengan investasi masing-masing US$ 1,3 miliar dan US$ 1,0 miliar. “Negara-negara lain berikutnya seperti Korea Selatan, dan juga Malaysia, dan Belanda itu mengikuti di urutan berikutnya,” jelasnya.
Realisasi investasi triwulan I 2026 menunjukkan kenaikan 7,2 % dibandingkan tahun sebelumnya (Rp 465,2 triliun) dan naik 0,4 % dibandingkan triwulan IV‑2025 (Rp 496,9 triliun). Nilai ini masih berada di bawah target 2026, sekitar 24,4 % dari yang ditetapkan.
Penyerapan tenaga kerja mencapai 706.569 orang, meningkat 18,9 % dibandingkan tahun sebelumnya. “Negara-negara lain berikutnya seperti Korea Selatan, dan juga Malaysia, dan Belanda itu mengikuti di urutan berikutnya,” tambah Rosan, menekankan pentingnya penciptaan lapangan kerja.
Distribusi investasi per kategori menunjukkan PMA sebesar Rp 250 triliun (50,1 %) dan penanaman modal domestik (PMDN) sebesar Rp 248,8 triliun (49,9 %).
Secara geografis, investasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp 251,3 triliun, sedikit lebih tinggi daripada investasi di Jawa sebesar Rp 247,5 triliun. Hal ini menandakan pertumbuhan investasi yang lebih merata di seluruh wilayah Indonesia.
Dengan data ini, pemerintah menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan iklim investasi dan menciptakan lapangan kerja, meski masih belum mencapai target yang telah ditetapkan. Kinerja triwulan pertama 2026 menunjukkan tren positif, namun masih ada ruang bagi peningkatan lebih lanjut di tahun-tahun berikutnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
Grab Tegaskan Tidak Keluar Indonesia, Tetap Komitmen Lanjut
SKK Migas Catat 1,500 BOPD Saat Ini, Target 20,000 BOPD
Produksi Minyak Nasional 576k BOPD, Masih Di Bawah Target
BBM Subsidi Tetap Stabil, Harga Tidak Naik Meski Minyak Naik
Kimia Farma Menunggu Arahan Bio Farma, Danantara Siap Pisahkan
Berita Terbaru
Paula Hurd & Bill Gates Bersinergi di Breakthrough Prize 2026
Tren Strava Fridge: Minuman di Kulkas Minimarket Jadi Viral
Trump Lakukan Tiga Pemeriksaan Medis di Walter Reed
Bandara Husein Sastranegara Dipertimbangkan Rute Luar Jawa
Martinez: Pensiun Bila Argentina Raih Gelar Dunia Kedua
UB SNBT 2026: 5.842 Lolos dari 82.613 Pilihan, Ketat
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
