Investasi Q1 2026 Rp498,8 Triliun, Singapura 4,6 Miliar USD

Fandi R. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 57 dibaca
Bisik.id
Investasi Q1 2026 Rp498,8 Triliun, Singapura 4,6 Miliar USD

Gambar atau konten salah?

Realisasi investasi Indonesia triwulan I 2026 mencapai Rp 498,8 triliun, setengahnya berasal dari penanaman modal asing (PMA). Data ini disampaikan oleh Kementerian Investasi dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada acara konferensi pers di Jakarta.

Menteri Investasi dan Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan bahwa lima negara dengan kontribusi terbesar di tiga bulan pertama 2026 masih didominasi oleh Singapura. “Memang kalau kita lihat selama 10 tahun terakhir ini Singapura konsisten dari segi pencatatannya menjadi negara terbesar FDI ke Indonesia yaitu Singapura kurang lebih US$ 4,6 miliar,” ujarnya.

Singapura menempati posisi pertama dengan investasi sebesar US$ 4,6 miliar, setara dengan Rp 75,9 triliun menggunakan kurs APBN Rp 16.500 per dolar AS. Negara ini telah menjadi investor terbesar di Indonesia selama lebih dari satu dekade.

Di posisi kedua, Hong Kong menanamkan modal sebesar US$ 2,7 miliar, sementara China di posisi ketiga menaruh US$ 2,2 miliar. Sehingga kalau ini kita gabung antara Hong Kong dan Tiongkok mereka menjadi investor terbesar Indonesia kurang lebih US$ 4,9 miliar, tambah Rosan.

Amerika Serikat dan Jepang menempati posisi keempat dan kelima dengan investasi masing-masing US$ 1,3 miliar dan US$ 1,0 miliar. Negara-negara lain berikutnya seperti Korea Selatan, dan juga Malaysia, dan Belanda itu mengikuti di urutan berikutnya, jelasnya.

Realisasi investasi triwulan I 2026 menunjukkan kenaikan 7,2 % dibandingkan tahun sebelumnya (Rp 465,2 triliun) dan naik 0,4 % dibandingkan triwulan IV‑2025 (Rp 496,9 triliun). Nilai ini masih berada di bawah target 2026, sekitar 24,4 % dari yang ditetapkan.

Penyerapan tenaga kerja mencapai 706.569 orang, meningkat 18,9 % dibandingkan tahun sebelumnya. Negara-negara lain berikutnya seperti Korea Selatan, dan juga Malaysia, dan Belanda itu mengikuti di urutan berikutnya, tambah Rosan, menekankan pentingnya penciptaan lapangan kerja.

Distribusi investasi per kategori menunjukkan PMA sebesar Rp 250 triliun (50,1 %) dan penanaman modal domestik (PMDN) sebesar Rp 248,8 triliun (49,9 %).

Secara geografis, investasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp 251,3 triliun, sedikit lebih tinggi daripada investasi di Jawa sebesar Rp 247,5 triliun. Hal ini menandakan pertumbuhan investasi yang lebih merata di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan data ini, pemerintah menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan iklim investasi dan menciptakan lapangan kerja, meski masih belum mencapai target yang telah ditetapkan. Kinerja triwulan pertama 2026 menunjukkan tren positif, namun masih ada ruang bagi peningkatan lebih lanjut di tahun-tahun berikutnya.

Realisasi investasi Indonesia triwulan I 2026PMAFDI SingapuraInvestasi Hong KongInvestasi ChinaPenciptaan lapangan kerjaPenyebaran investasi luar Jawa

Komentar

Memuat komentar...