IPB Run 2026: Lari Berbagi Beasiswa & Penanaman Pohon
Gambar atau konten salah?
IPB Run 2026 bukan sekadar perlombaan lari, melainkan gerakan sosial yang menargetkan mahasiswa kurang mampu. Setiap tiket yang dibeli bukan hanya tiket masuk, tapi juga investasi kebaikan.
Acara ini akan berlangsung pada 6 dan 7 Juni 2026 di Kampus IPB Dramaga, Bogor. Start dan finis di Telaga Inspirasi, menambah nuansa alam bagi para pelari. Pada hari pertama, kategori marathon (42K) mulai pukul 05.00 WIB dengan batas waktu enam jam, diikuti lari 5K pukul 07.00 WIB dengan satu jam. Hari kedua menampilkan half marathon (21K) mulai pukul 05.00 WIB, batas empat jam, dan 10K pukul 06.00 WIB, batas dua jam.
Menurut Rektor IPB University Dr Alim Setiawan Slamet, STP, MSi, “Setiap tiket yang dibeli peserta bukan hanya akses mengikuti lomba, tetapi juga menjadi investasi kebaikan. Sebagian biaya pendaftaran akan didonasikan untuk beasiswa mahasiswa IPB yang kurang mampu. Dari sekitar 9.000 mahasiswa, hampir setengahnya berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi,” kata Rektor dalam launching dan konferensi pers di Senayan, Jakarta, Jumat (10 April 2026).
Himpunan Alumni (HA) IPB menetapkan target 22 ribu pelari, dua kali lipat dari 5.000 pelari tahun lalu. Target ini mencerminkan ambisi panitia untuk memperluas jangkauan dan dampak sosial.
Waktu pelaksanaan dipilih bersamaan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni, sekaligus memperingati Dies Natalis ke-60 IPB. “Pelaksanaan lomba berdekatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni kami pilih untuk semakin memperkuat pesan utama kegiatan ini, sesuai temanya Berlari untuk Bumi. IPB Run diawali dengan aksi penanaman pohon di wilayah Bogor pada 5 Juni 2026. Nanti para pelari juga bisa membawa pulang bibit tanaman yang kami sediakan di titik finish,” kata Ketua Umum HA IPB, Fauzi Amro.
Fauzi menambahkan, “Asyik pokoknya lari di IPB. Luas kampus yang mencapai 260 hektare dan sekitar 90 persen kawasan masih hijau dengan pepohonan besar, stok oksigen melimpah.”
Panitia, di bawah kepemimpinan Sara Enggar, menegaskan bahwa semua aspek telah dipersiapkan dengan matang. “Dari evaluasi pelaksanaan tahun lalu, jumlah marshal dan penunjuk arah akan ditambah agar tidak ada lagi pelari salah jalur. Dengan menambah kategori 42k dan menjadi dua hari (tahun lalu satu hari), medis dan persiapan lain lebih matang,” kata Sara.
Untuk mempermudah akses, shuttle bus akan tersedia di Terminal Bubulak dan Baranangsiang. “Kami pertimbangkan lagi untuk menyediakan shuttle di Stasiun Bogor. Kami akan diskusikan di internal panitia,” ujar Fauzi.
Dengan kombinasi lomba, penanaman pohon, dan beasiswa, IPB Run 2026 menegaskan komitmen universitas terhadap pendidikan, lingkungan, dan kesejahteraan mahasiswa. Acara ini menjadi contoh bagaimana olahraga dapat menjadi platform sosial yang berdampak luas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Debat Tutup Program Studi: Wisnu vs Menteri Yuliarto
DKI Alokasikan Rp253,6 Miliar untuk 103 Sekolah Swasta
BRIN Buka Program DBR Mahasiswa Riset Semikonduktor
Alumni ITB 2018: Waktu Tunggu Kerja dan Wirausaha Singkat
Ekshibisi AI Kembali Jadi Cabang OSN 2026, Siap Menguji Siswa
Puspresnas Ungkap Foto Soal OSN 2026, Ponsel Diizinkan
Berita Terbaru
PT PP & Kemen Pekerjaan Umum Selesaikan 69 SPPG dalam 37 Hari
Gubernur Bengkulu Minta BPKAD Cepat Pencairan Gaji ke-13 ASN
USU Buka Proses Banding UKT, Mahasiswa Bisa Perbaiki Tarif
PLN Junivaganza: Voucher Rp10.000 untuk Token Listrik
Gaji Tertinggi Pelatih Tim Nasional: Ancelotti Rp 182,2 M
Telkom Luncurkan AIcosystem: Ekosistem AI Jakarta Nusantara
Mengajar di Ponpes Cipasung: Santri Kuasai Konten Digital
Indonesia 108 GW, 85% Fosil, 15% Terbarukan, Target Tercapai
IHSG Tutup 5.839,78, Garuda Naik Setelah Jatuh Pasar
