IRAN Kunjungi Kementerian Sains: Universitas Pusat Inovasi
Gambar atau konten salah?
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengunjungi Kementerian Sains, Riset, dan Teknologi pada 19 April 2026. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi pusat inovasi di tengah konflik yang melanda negaranya. Menurutnya, kampus harus berada di garis depan, mengerahkan kapasitas ilmiah untuk menjawab berbagai persoalan nasional.
“Saya percaya bahwa tidak ada masalah yang tidak memiliki solusi. Bahkan untuk setiap masalah, tidak hanya ada satu solusi, melainkan ratusan cara yang mungkin untuk menyelesaikannya,” kata Pezeshkian, seperti dilaporkan oleh Islamic Republic News Agency (IRNA) pada 21 April 2026.
Selama kunjungan, Pezeshkian menerima laporan terkait kondisi pendidikan tinggi, kinerja universitas, serta dampak kerusakan akibat perang. Ia menekankan bahwa setiap persoalan tak hanya punya satu solusi, melainkan banyak alternatif. Karena itu, ia meminta kampus lebih aktif berperan dalam menjawab berbagai tantangan nasional.
Ia juga mengapresiasi peran komunitas akademik dalam kemajuan sains. Menurutnya, penting menjaga keberlanjutan pendidikan, pengelolaan kampus di situasi krisis, serta mempertahankan dinamika kegiatan ilmiah. Universitas, ia katakan, harus memanfaatkan keahlian yang beragam, mulai dari ekonomi, pertanian, hingga sosiologi.
Pezeshkian menegaskan bahwa akademisi tidak hanya harus berada di kampus, tetapi juga aktif turun ke lapangan. “Saat ini negara kita menghadapi berbagai tantangan. Di tengah situasi di mana pihak luar mencoba menghambat kemajuan ilmu pengetahuan kita, para elite dan akademisi inilah yang mampu menghadirkan solusi,” ujar Pezeshkian.
Ia mendorong pemuda untuk lebih aktif di sektor sosial dan ekonomi. Dengan cara ini, kapasitas inovasi dan kreativitas bangsa dapat diperkuat untuk menjawab tantangan di tingkat global.
Dalam pembicaraannya, Pezeshkian juga menyoroti dinamika regional dan internasional, khususnya konflik yang melibatkan kepentingan asing di kawasan. Ia menegaskan tidak ingin memperluas perang karena tidak menguntungkan pihak mana pun.
Ia mengimbau negara-negara kawasan tetap solid menghadapi tekanan eksternal. Persatuan dianggap penting untuk menjaga kedaulatan dan stabilitas bersama. Kerja sama dan kohesi antarnegara didorong sebagai langkah preventif.
Dari pernyataan tersebut, jelas bahwa Pezeshkian menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dan akademisi dalam menghadapi tantangan perang. Ia mengajak semua pihak untuk bersatu, menjaga inovasi, dan memperkuat solidaritas regional demi masa depan yang lebih stabil dan berdaya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz