Iran: Selat Hormuz Buka bagi Sekutu, Tutup untuk Musuh

Bima J. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 53 dibaca
Bisik.id
Iran: Selat Hormuz Buka bagi Sekutu, Tutup untuk Musuh

Gambar atau konten salah?

Pada 26 Maret 2026, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Selat Hormuz tidak sepenuhnya ditutup. Ia mengatakan, “Selat Hormuz, dari sudut pandang kami, tidak sepenuhnya tertutup, selat ini hanya tertutup bagi musuh,” menegaskan bahwa wilayah tersebut akan tetap terbuka bagi kapal-kapal sekutu.

Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak akan membuka jalur selat bagi musuh dan sekutunya. Ia menegaskan, “Tidak ada alasan untuk mengizinkan kapal-kapal musuh kami dan sekutu mereka lewat,” menambahkan bahwa angkatan bersenjata Teheran telah menyiapkan jalur aman bagi kapal-kapal negara sahabat.

Ia menegaskan, “Angkatan bersenjata Teheran telah memberikan jalur aman bagi kapal-kapal dari negara-negara sahabat,” menandakan komitmen Iran untuk melindungi aliansi strategisnya.

Selat Hormuz merupakan jalur perairan penting bagi pasokan energi global. Sebelum konflik, sekitar 20 juta barel minyak dunia biasanya melintasi selat tersebut setiap harinya. Karena perang berkelanjutan di Timur Tengah, aktivitas perlintasan telah dibatasi sejak awal Maret. Hal ini memicu gangguan global, meningkatkan biaya pengiriman, dan mendorong harga minyak dunia naik.

Dengan kebijakan ini, Iran menegaskan posisi strategisnya di kawasan sambil menjaga keamanan aliansi. Dampak perang di Selat Hormuz tetap terasa di pasar energi global.

Selat HormuzAbbas Araghchijalur amankapal sekutupasokan energi globalharga minyak duniakonflik Timur Tengah

Komentar

Memuat komentar...