Iran Terapkan Tarif Tol Selat Hormuz via Bitcoin 2026

Lina F. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 90 dibaca
Bisik.id
Iran Terapkan Tarif Tol Selat Hormuz via Bitcoin 2026

Gambar atau konten salah?

Selat Hormuz menjadi fokus baru Iran dengan mengenakan tarif tol sebesar US$ 1 atau Rp 17.122 per barel minyak muatan di atas kapal. Tarif ini harus dibayar dengan aset kripto, khususnya bitcoin, sebelum kapal dapat melintas.

Juru bicara Serikat Eksportir Minyak, Gas, dan Produk Petrokimia Iran, Hamid Hosseini, menjelaskan langkah ini sebagai strategi Teheran untuk menghindari sanksi internasional. Ia menegaskan bahwa sistem keuangan di luar jangkauan Amerika Serikat (AS) menjadi sarana utama.

Prosedur yang diberlakukan memerlukan kapal mengirimkan email kepada pihak berwenang Iran tentang muatan yang dibawa. Setelah penilaian selesai, kapal akan dikenai tarif yang sesuai. Hanya setelah pembayaran diterima, kapal bisa melintas. Begitu email tiba dan Iran menyelesaikan penilaiannya, kapal‑kapal diberi waktu beberapa detik untuk membayar dengan bitcoin, untuk memastikan mereka tidak dapat dilacak atau disita karena sanksi, kata Hosseini kepada Financial Times, dikutip 10 April 2026.

Ia menambahkan bahwa langkah penilaian tersebut diterapkan untuk memastikan kapal‑kapal yang melintas tidak membawa senjata melalui selat tersebut. Namun, produk lain termasuk minyak diperkenankan. Semua barang bisa lewat, tetapi prosedurnya akan memakan waktu untuk setiap kapal, dan Iran tidak terburu‑buruan, jelasnya.

Sejak perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel pecah pada akhir Februari 2026, Teheran secara efektif menutup Selat Hormuz. Sekitar 20% minyak dunia mengalir melalui jalur ini, sehingga penutupan menyebabkan tekanan pada pasokan dan harga, serta menurunkan ekonomi global.

Selama konflik, Iran mengizinkan sejumlah kecil kapal melewati selat dengan sistem pos tol. Jumlah kapal yang melewati selat dianggap tidak cukup signifikan untuk menutupi kekhawatiran pasokan dan harga yang disebabkan oleh penutupan efektifnya.

Inisiatif ini menandai langkah signifikan Iran dalam mengelola arus perdagangan minyak global sambil menavigasi sanksi internasional. Dengan memanfaatkan kripto, Teheran berharap dapat meminimalkan risiko pelacakan dan penyitaan, sekaligus menjaga aliran minyak yang penting bagi ekonomi dunia.

Selat Hormuztarif tolbitcoinsanksi internasionalminyak duniaTeherankripto

Komentar

Memuat komentar...