Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Syawal 2026: 13‑15 April Penting
Gambar atau konten salah?
Puasa Ayyamul Bidh adalah amalan sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW. Puasa ini dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan dalam kalender Hijriah. Karena keutamaannya yang besar, banyak umat Islam memilih untuk menunaikannya setiap bulannya. Pada bulan Syawal 1447 H, yang jatuh pada 02 April 2026, umat dapat kembali melaksanakan puasa ini.
Berikut jadwal puasa Ayyamul Bidh bulan Syawal 2026 lengkap dengan niat dan keutamaannya.
- 02 April 2026 = 13 Syawal 1447 H (Puasa Ayyamul Bidh hari pertama)
- 03 April 2026 = 14 Syawal 1447 H (Puasa Ayyamul Bidh hari kedua)
- 04 April 2026 = 15 Syawal 1447 H (Puasa Ayyamul Bidh hari ketiga)
Untuk memulai puasa, niat dapat diucapkan dalam hati atau secara lisan. Waktu pembacaan mulai dari malam hari hingga sebelum terbit fajar. Bacaan niat yang harus dilafalkan adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab-Latin: Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lilâhi ta'âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidl (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta'âlâ.”
Bagi yang lupa atau mendadak ingin melaksanakan puasa Ayyamul Bidh, boleh membaca niat pada siang hari asalkan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga munculnya keinginan untuk puasa.
Setelah mengetahui bacaan niat, penting juga untuk mengamalkan doa buka puasa. Sejatinya, tidak ada doa buka khusus untuk puasa Ayyamul Bidh. Kaum muslimin dapat menggunakan doa buka puasa pada umumnya. Berikut bacaan lengkapnya:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى
Arab-Latin: Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-allah taala.
Artinya: “Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah pasti ganjaran, dengan kehendak Allah Ta'ala.” (HR. Abu Dawud, Daruquthni, Hakim, dan Nasa'i. Daruquthni menyampaikan bahwa hadits ini isnad-nya shahih).
Keutamaan puasa Ayyamul Bidh dijelaskan dalam buku Inilah Alasan Rasulullah SAW Menganjurkan Puasa Sunah karya Amirullah Syarbini dan Lis Nur'aeni Afgandi. Rasulullah SAW, ketika masih hidup, memotivasi umat untuk berpuasa tiga hari setiap bulannya. Dalam riwayat Bukhari dan Muslim, Abu Hurairah RA berkata:
“Rasulullah SAW berpesan kepadaku tiga hal yakni berpuasa setiap tiga hari pada setiap bulannya, mengerjakan dua rakaat salat duha, serta salat witir sebelum tidur.” (HR Bukhari dan Muslim)
Puasa ini dikenal juga dengan nama puasa hari-hari putih karena bertepatan dengan saat rembulan sedang terang. Rasulullah SAW jarang sekali meninggalkan puasa tersebut bahkan ketika dalam perjalanan. Ia menekankan pentingnya puasa ini dengan mengatakan bahwa berpuasa tiga hari setiap bulan sama seperti puasa sepanjang tahun.
Hal ini disampaikan Imam As-Subki dan para ulama lainnya. Sebagaimana berkaitan dengan sebuah riwayat berikut ini:
عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ النَّبِيَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ صَامَ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلَاثَة أَيَّام، فَذَلِكَ صِيَامُ الدَّهْرِ، فَأَنْزَلَ اللهُ تَصْدِيقَ ذَلِكَ فِي كِتَابهِ الْكَرِيم: مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَة فَلهُ عشر أَمْثَالهَا [الأنعام: 160]. اَلْيَوْمُ بِعشْرَةِ أَيَّامٍ (رَوَاهُ ابْن ماجة وَالتِّرْمِذِيّ. وَقَالَ: حسن .وَصَححهُ ابْن حبَان من حَدِيث أبي هُرَيْرَة رَضِيَ اللهُ عَنْه) Artinya, “Diriwayatkan dari Abu Dzar ra, sungguh Nabi saw bersabda: 'Siapa saja yang berpuasa tiga hari dari setiap bulan, maka puasa tersebut seperti puasa sepanjang tahun. Kemudian Allah menurunkan ayat dalam kitabnya yang mulai karena membenarkan hal tersebut: 'Siapa saja yang datang dengan kebaikan maka baginya pahala 10 kali lipatnya' [QS al-An'am: 160]. Satu hari sama dengan 10 hari.” (HR Ibnu Majah dan at-Tirmidzi. Ia berkata: “Hadits ini hasan” Ibnu Majah juga menilanya sebagai hadits shahih dari jalur riwayat Abu Hurairah RA).
Dengan demikian, puasa Ayyamul Bidh tidak hanya menambah ibadah, tetapi juga memberikan pahala setara dengan berpuasa sepanjang tahun. Umat dapat menunaikan puasa ini dengan niat yang benar, doa buka yang tepat, dan kesadaran akan keutamaan yang dijanjikan.
Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker.
Puasa Ayyamul Bidh menjadi sarana bagi umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan dan mendapatkan pahala besar. Dengan mengikuti jadwal yang telah ditetapkan, melaksanakan niat dan doa yang benar, serta memahami keutamaan yang dikandung dalam hadits, pelaksanaan puasa ini dapat menjadi pengalaman spiritual yang bermakna bagi setiap individu.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
PPPK Boleh Dapat Gaji ke-13 2026, Besar Sesuai Masa Kerja
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Wakil Bupati Iwan Tuaji Laporkan Harta Rp 6,7 Miliar
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Palembang: Gaji ke-13 ASN 2026, Rp 89 Miliar Alokasi
Berita Terbaru
Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir TJU
Bandara Adisutjipto Tak Perlu Direaktivasi, YIA Cukup
Scammer Solo Baru Target Warga AS, Polda Jawa Tengah
Beasiswa Garuda Gelombang II Terbuka Hingga 25 Juni 2026
Moody's Atur Peringkat Baa2 Negatif untuk Danantara Investasi
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Turun di Bawah Rp18.000
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
