Jalan Baturraden Barat Amblas 5‑6 Meter, Tutup Total

Sinta R. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 87 dibaca
Bisik.id
Jalan Baturraden Barat Amblas 5‑6 Meter, Tutup Total

Gambar atau konten salah?

Jalan Raya Baturraden Barat di Kabupaten Banyumas mengalami amblas dengan kedalaman sekitar 5‑6 meter. Jalur utama yang menghubungkan kawasan wisata Baturraden pun ditutup total untuk perbaikan. Alternatif jalur ditetapkan oleh pihak dinas.

Menurut Kasi Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan Banyumas, Tomi Luqman Hakim, sebagian ruas jalan tersebut amblas pada 23 Mei 2026 petang. Pada malam pertama setelah kejadian, jalur itu hanya ditutup sementara untuk mobil. “Karena waktu itu belum asesmen, jadi ditutup untuk roda empat sementara. Dari Simpang Tugu Batu Prompong, Desa Kutasari, Kecamatan Baturraden, sampai simpang arah warung makan Mbak Mel. Tapi roda dua masih bisa melintas,” kata Tomi saat dihubungi wartawan pada 25 Mei 2026.

Setelah dilakukan asesmen pada 24 Mei 2026, kondisi jalan dinyatakan berbahaya baik untuk mobil maupun motor. Pemerintah memutuskan menutup total akses jalan tersebut. “Itu membahayakan ketika dilewati kendaraan, baik roda empat maupun roda dua. Jadi diminta ditutup total,” ujarnya. Meski demikian, hingga pagi tadi masih ada sebagian warga yang nekat melintas dengan sepeda motor.

Penjelasan penyebab amblas datang dari Kabid Jalan dan Drainase DPU Banyumas, Rusli Kurnia. Ia menyebutkan bahwa amblasnya jalan dipicu kerusakan pada konstruksi jembatan lama yang berada di bawah badan jalan. Menurut Rusli, struktur di lokasi tersebut merupakan jembatan segmental berusia tua dengan material utama berupa bata. “Kalau dari sisi umur mungkin sebenarnya sudah di atas 50 tahun. Karena sudah lapuk, terus kemarin juga kebetulan ada air yang menggenang cukup besar, bangunan lamanya ambles,” jelasnya.

Ia melanjutkan bahwa konstruksi jembatan berbentuk lengkung di bagian bawah mengalami kerusakan terlebih dahulu sebelum akhirnya permukaan jalan ikut turun dan berlubang. “Begitu lengkungannya yang di bawah ambles, yang di atas ikut turun. Nah ini berlubang sampai semuanya berlubang. Kedalamannya sekitar 5‑6 meter,” tambahnya. Rusli menegaskan bahwa perbaikan akan dilakukan dengan mengganti total konstruksi lama menggunakan bangunan baru yang lebih kuat dan sesuai kapasitas saluran air di wilayah tersebut.

Pemerintah menargetkan proses perbaikan selesai dalam waktu sekitar 20 hari atau paling lambat 13 Juni 2026. “Kami harapkan nanti pekerjaannya sudah bisa selesai dan bisa dimanfaatkan lagi untuk pengguna jalan,” pungkas Rusli.

Dishub Banyumas telah menyiapkan jalur alternatif bagi pengendara. Untuk pengendara dari arah selatan menuju wilayah utara Desa Kutasari diarahkan melewati Pasar Cermai. Sedangkan pengendara yang hendak menuju kawasan Baturraden atas diarahkan lewat jalan utama Baturraden. “Jalur alternatif yang dari sisi selatan, kalau misalnya dia mau ke Kutasari, tapi Kutasari yang sebelah utara berarti lewatnya nanti Pasar Cermai, belok kiri. Nanti ada gang belok kanan utara jalan nanti belok kanan,” kata Tomi Luqman Hakim. “Tapi kalau yang arahnya mau ke Lokawisata Baturraden atas itu nanti lewatnya Jalan Muhammad Besar, jalan utamanya Baturaden,” lanjutnya.

Jalan ini menjadi jalur penting bagi penduduk dan wisatawan yang mengunjungi Baturraden. Amblas yang terjadi menimbulkan risiko bagi semua pengguna jalan. Pemerintah Banyumas menegaskan komitmen untuk memperbaiki infrastruktur ini secepatnya, dengan target selesai dalam 20 hari. Sementara itu, warga diminta mengikuti rambu-rambu dan menggunakan jalur alternatif yang telah ditetapkan untuk menghindari kecelakaan.

Jalan Raya Baturraden BaratamblasBanyumasjembatan segmentalpenutupan totaljalur alternatifperbaikan infrastruktur

Komentar

Memuat komentar...