Jalan Getakan-Bakas Amblas, Siswa Khawatir Berangkat Sekolah
Gambar atau konten salah?
Hujan lebat yang turun di wilayah Kabupaten Klungkung, Bali, membuat jalur penghubung Desa Getakan menuju Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan, amblas pada hari Selasa, 26 Mei 2026. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi siswa yang setiap hari mengandalkan jalan tersebut untuk berangkat sekolah.
Salah satu pelajar asal Desa Bakas, Kadek Sugiarta berusia 17 tahun, mengungkapkan ketakutannya saat menyeberangi jalan itu. Ia mengatakan, “Jalur Getakan-Bakas merupakan rute utama yang sangat ramai dilewati anak sekolah. Banyak siswa dari Bakas dan desa lain yang lewat sini setiap hari untuk sekolah ke Smarapura. Jadi kalau begini jalannya bisa bahaya.”
Sugiarta menambahkan bahwa jalur ini bukan satu-satunya akses mobilitas warga. Ada jalur alternatif lain yang menghubungkan Desa Bakas dengan wilayah Banjarangkan, namun rute tersebut dianggap kurang efisien bagi para pelajar karena jaraknya yang memutar. Ia berkata, “Memang ada jalan lain lewat Bakas-Banjarangkan. Tapi jalurnya lebih panjang dan butuh waktu tempuh yang lebih lama. Makanya kami tetap berharap jalan yang amblas ini cepat ditangani.”
Pengamatan di lokasi menunjukkan Jalan Getakan-Bakas mengalami longsor yang memakan separuh bagian jalan. Di tebing yang amblas, cakar beton pembatas jalan tergantung. Polsek Banjarangkan sudah memasang rambu peringatan dan garis polisi, sementara bagian jalan dan longsoran ditutupi terpal. Beberapa siswa terlihat berhati-hati melewati jalan tersebut, dan sebuah mobil plat merah yang datang tampak balik arah. Mobil lain yang biasa melewati jalan ini tampak lebih waspada.
Berbeda sumber mengonfirmasi bahwa Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Klungkung, I Putu Widiada, menegaskan bahwa cuaca ekstrem berupa hujan lebat menjadi pemicu utama amblas bahu jalan tersebut. Ia mengimbau masyarakat, khususnya pengendara, untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia berkata, “Kami mengimbau masyarakat untuk sangat berhati-hati saat melintasi jalur tersebut, terutama saat berkendara di tengah kondisi hujan.”
Widiada juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam melihat kondisi infrastruktur yang membahayakan warga. Ia menyatakan akan segera melakukan koordinasi cepat guna membahas anggaran perbaikan fisik jalan. Ia menambahkan, “Kami akan segera memproses kemungkinan alokasi anggaran untuk perbaikan jalan ini. Langkah awal adalah berkoordinasi langsung dengan instansi terkait, yaitu Dinas PUPR Klungkung, agar penanganan bisa dilakukan secepatnya.”
Situasi ini menyoroti betapa pentingnya kesiapan infrastruktur dan kewaspadaan masyarakat ketika menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Perbaikan jalan yang cepat akan membantu mengurangi risiko bagi siswa dan warga yang harus menempuh rute tersebut setiap hari.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pemprov Bali Luncurkan Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana
Puasa Muharram 2026: 1 Muharram 16 Juni, Kapan dan Cara
Revisi Permenaker No.7: Outsourcing Terbatas 4 Pekerjaan
US-Iran Capai Kesepakatan Damai, Selat Hormuz Akan Dibuka
Ramalan Zodiak Sabtu 13 Juni 2026: Panduan Asmara Hari Sabtu
Cuaca Bali 13 Jun: Berawan hingga Hujan Ringan, Suhu 18-30°C
Berita Terbaru
Alfin Setyo Tunggal Pemaafkan Pelaku Pencuri Uang Toko
Indonesia vs Kamboja di Piala AFF U-19 2026, Sabtu 13 Juni
Cucurella Tegaskan Tidak Pindah Chelsea, Bahagia di London
Elon Musk Jadi Miliarder Pertama Dunia Setelah IPO SpaceX
OKU Kirim Paket Sembako ke Korban Kebakaran Pasar Baru
Indonesia Raih Final Ganda Putri Australian Open 2026
Jember Pimpin 6,35% Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I
