Jalan Malang‑Lumajang Terputus, BPBD Cepat Buka Kembali
Gambar atau konten salah?
Di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, jalur utama yang menghubungkan Malang dengan Lumajang sempat terputus karena material tanah longsor. Material tersebut menutupi ruas jalan provinsi sehingga kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas.
Hujan deras yang berlangsung lama mulai mengguyur wilayah tersebut pada Kamis (14 Mei 2026) malam. Longsor diperkirakan terjadi pada Jumat (15 Mei 2026) dini hari. Material tanah sepanjang 4 meter dengan lebar mencapai 10 meter menumpuk di jalan, menimbun seluruh ruas.
Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, cuaca ekstrem menjadi penyebab utama musibah ini. Ia menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas sedang terpantau mengguyur wilayah Ampelgading dan sekitarnya selama kurang lebih 10 jam, terhitung sejak 21.00 WIB hingga 07.00 WIB. Kondisi tanah yang jenuh air akhirnya memicu pergerakan tanah di titik tersebut.
"Setelah kami menerima laporan, prioritas utama kami adalah membuka kembali akses jalan karena merupakan jalur logistik dan mobilitas warga yang sangat vital," ujar Sadono Irawan kepada wartawan, Jumat siang.
Proses evakuasi material longsor berlangsung intensif sejak pagi. Berkat koordinasi cepat antara BPBD, relawan, dan instansi terkait, pembersihan material berhasil dilakukan lebih cepat dari estimasi awal. Akses jalan kembali normal setelah dilakukan penanganan pada pukul 13.00 WIB.
"Kondisi terkini di lokasi, akses jalan sudah terbuka dan dapat dilalui kembali. Kendaraan roda dua maupun roda empat sudah bisa melintas dengan normal," kata Sadono.
BPBD Kabupaten Malang tetap menghimbau masyarakat agar tetap waspada ketika melintasi jalur Malang‑Lumajang via Dampit. "Kami mengimbau kepada pengguna jalan agar selalu waspada saat melintasi jalur Dampit‑Lumajang, terutama saat curah hujan masih tinggi seperti sekarang," pungkas Sadono.
Dengan penanganan cepat, jalan utama kembali dapat dilalui, namun pihak BPBD menegaskan pentingnya kewaspadaan, khususnya di wilayah yang masih rawan banjir dan longsor akibat hujan deras.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
7 SPPG Malang Disuspend Karena Masalah IPAL, Siap Kembali
Persaingan Tinggi pada UTBK Plus Unair 2026 Untuk Mahasiswa
Indonesia U-19 Hadapi Timor Leste di Laga Kedua AFF U-19 2026
Semampir: Mobil Baleno, 8 Jeriken Pertalite Ditemukan
1 Muharram Jadi Puncak Tahun Baru Islam, Sejarah Hijrah
Slamet Santoso: Pemuda Banyuwangi Gabung Sokol Pyrzyce
Berita Terbaru
Indonesia 108 GW, 85% Fosil, 15% Terbarukan, Target Tercapai
IHSG Tutup 5.839,78, Garuda Naik Setelah Jatuh Pasar
Fiskal Indonesia Aman: Defisit APBN 0,7% PDB, Purbaya
7 SPPG Malang Disuspend Karena Masalah IPAL, Siap Kembali
Indofest 2026: 80 Brand Outdoor di JCC, Target Rp60 Miliar
Putri Wardani Kalahkan Michelle Li di Indonesia Open 2026
