Jalan Musi Rawas Berlumpur, Kendaraan Terbatas Warga

Yuli S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 67 dibaca
Bisik.id
Jalan Musi Rawas Berlumpur, Kendaraan Terbatas Warga

Gambar atau konten salah?

Di wilayah Musi Rawas, sebuah jalan penghubung antar desa di Kecamatan BTS Ulu mengalami kerusakan parah. Hujan deras yang turun berulang kali membuat jalan menjadi tanah merah, kemudian berlumpur, sehingga kendaraan tidak dapat melintas.

Jalan ini menghubungkan Desa Sembatu Jaya dengan Desa Pelawe. Sebagai akses utama, kondisi jalan ini memengaruhi setiap aktivitas warga, mulai dari transportasi hasil kebun hingga pemasokan kebutuhan pokok.

Salah satu penduduk Desa Sembatu Jaya, Dedi, menjelaskan bahwa perbaikan jalan dilakukan agar truk logistik dan kendaraan yang membawa hasil kebun dapat keluar masuk desa. Ia mengatakan, “Sejak jalan ini rusak parah akibat diguyur hujan deras, warga desa gotong royong untuk memperbaiki jalan ini sehingga mobil dan aktivitas masyarakat bisa tetap jalan,” pada Selasa, 14 April 2026.

Walaupun sudah ada upaya perbaikan seadanya, Dedi mengaku hanya kendaraan tertentu yang bisa lewat. Ia menambahkan, “Ya walaupun sudah diperbaiki warga, tapi hanya kendaraan yang sudah dimodifikasi saja yang bisa lewat. Kalau kendaraan standar kemungkinan tidak bisa lewat karena akan terjebak. Soalnya jalannya masih tanah merah dan licin,”. Kendaraan roda dua biasa tetap harus melewati kebun sawit warga karena jalan tidak dapat dilewati.

Dedi menjelaskan bahwa kondisi jalan yang masih berbentuk tanah merah kini sudah berubah menjadi lumpur. Ia menyebutkan kedalaman lumpur mencapai 30 hingga 40 cm. “Lumpurnya dalam, banyak kendaraan yang terjebak. Apalagi musim hujan seperti ini, kondisi jalan akan semakin parah,” ujarnya.

Akibatnya, aktivitas warga terganggu. Hasil kebun tidak dapat dibawa keluar, dan pasokan bahan pokok sulit masuk ke desa. Dedi menyatakan, “Banyak hasil kebun milik warga desa yang busuk karena tidak bisa keluar. Ini sangat mempengaruhi perekonomian para warga desa,”. Kerusakan jalan berlumpur ini telah berlangsung selama kurang lebih dua bulan terakhir, namun Dedi menegaskan bahwa hal ini sudah menjadi pola tahunan, terutama saat musim hujan.

Dedi bersama warga desa lainnya berharap pemerintah setempat, khususnya Pemkab Musi Rawas, dapat melakukan perbaikan. Ia mengungkapkan harapannya, “Kami sangat berharap ada solusi atau perhatian dari pemerintah setempat khusus Pemkab Musi Rawas agar jalan ini diperbaiki. Minimal bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.”

Jalan penghubung ini tidak hanya penting bagi mobilitas, tetapi juga bagi kelangsungan ekonomi desa. Tanpa akses yang layak, hasil kebun terhambat, dan kebutuhan pokok tidak dapat masuk tepat waktu. Kondisi ini menuntut perhatian serius dari pihak berwenang agar jalan dapat diperbaiki dan perekonomian warga dapat berjalan lancar kembali.

Musi Rawasjalan penghubungkerusakan lumpurhujan deraskendaraanhasil kebunpemkab Musi Rawas

Komentar

Memuat komentar...