Jalur 32+7/8 Grobogan Aman Setelah Genangan Air KAI

Rizki W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 68 dibaca
Bisik.id
Jalur 32+7/8 Grobogan Aman Setelah Genangan Air KAI

Gambar atau konten salah?

Genangan air di jalur hilir pada kilometer 32+7/8, Kabupaten Grobogan, mulai menurun sejak dini hari. Pada pukul 07.40 WIB, jalur tersebut dinyatakan aman dan dapat dilalui oleh kereta api dengan kecepatan terbatas.

Menurut PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang, genangan air yang sebelumnya menimpa jalur hilir antara Stasiun Karangjati dan Stasiun Gubug telah surut. Luqman Arif, manajer humas KAI Daop 4 Semarang, menegaskan bahwa jalur tersebut aman setelah dilakukan evaluasi dan pemeriksaan menyeluruh.

“Petugas prasarana KAI Daop 4 Semarang juga melakukan berbagai upaya penanganan secara intensif, mulai dari pemantauan kondisi jalur, pembersihan sampah, pengukuran geometri rel hingga memastikan keselamatan perjalanan kereta api. Setelah melalui proses evaluasi dan pemeriksaan menyeluruh, jalur dinyatakan aman,” jelas Luqman Arif.

Sejak dini hari, sejumlah perjalanan kereta api mengalami keterlambatan karena genangan air di jalur hilir. Untuk mengatasi hal ini, KAI Daop 4 Semarang menerapkan operasi satu jalur antara Stasiun Karangjati dan Stasiun Gubug.

“Menginformasikan bahwa perjalanan kereta api antara Stasiun Karangjati-Stasiun Gubug untuk sementara melewati satu jalur,” kata Luqman Arif dalam keterangan tertulisnya.

Jalur hilir di kilometer 32+7/8 menampung air setinggi 25 cm, sehingga dinyatakan tidak aman untuk dilewati. Sebagai langkah pencegahan, kereta api yang melewati lokasi tersebut dipindahkan ke jalur hulu secara bergantian.

“Hal tersebut dikarenakan jalur hilir di KM 32+7/8 terdapat genangan air setinggi 25 cm, demi keselamatan, jalur hilir dinyatakan tidak aman dilewati oleh perjalanan kereta api. Untuk sementara kereta api yang lewat lokasi tersebut melalui jalur hulu secara bergantian,” tambah Luqman Arif.

“Demi keselamatan perjalanan kereta api, maka semua KA lewat jalur hulu ketika lewat lokasi tersebut,” lanjutnya.

Luqman menegaskan bahwa petugas di lokasi terus memantau kondisi secara intensif dan berkoordinasi dengan berbagai pihak. Langkah ini diambil untuk memastikan jalur kembali aman dan perjalanan kereta api dapat berlangsung normal.

“Luqman menerangkan, pihaknya terus memantau lokasi secara intensif dan berkoordinasi dengan berbagai pihak. Hal itu dilakukan guna memastikan kondisi jalur dapat kembali aman dan perjalanan KA dapat berlangsung normal,” ujarnya.

Dampak dari pemberlakuan satu jalur terlihat pada 8 kereta api yang terganggu perjalanan hingga 10‑15 menit. Pemberlakuan ini dimulai pada pukul 01.45 WIB.

“Adapun dampak dari pemberlakuan satu jalur tersebut, Luqman mengatakan, terdapat 8 KA terganggu perjalanannya hingga 10-15 menit,” jelas Luqman Arif.

“Dampak dari pemberlakuan KA lewat satu jalur tersebut, sampai jam 05.00 ada 8 KA yang terganggu perjalanannya selama 10-15 menit karena harus bergantian,” tambahnya.

KAI Daop 4 Semarang menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan kereta api atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan perjalanan ini.

“Saat diminta konfirmasi detikJateng, Luqman menyatakan, pemberlakuan satu jalur dilakukan hingga jalur dinyatakan aman. Hingga pukul 06.26 WIB pemberlakuan satu jalur masih berlangsung,” ujarnya.

Keselamatan perjalanan kereta api tetap menjadi prioritas utama KAI. Untuk itu, pengaturan perjalanan di lokasi tersebut dan pengawasan intensif dilanjutkan hingga jalur dinyatakan aman untuk dilewati.

Dengan langkah-langkah tersebut, KAI Daop 4 Semarang berharap jalur hilir di kilometer 32+7/8 dapat kembali berfungsi normal, meminimalisir gangguan bagi penumpang dan penjadwalan kereta api.

Genangan airJalur hilirKAI Daop 4 SemarangOperasi satu jalurKeterlambatan keretaKeamanan jalurStasiun Karangjati

Komentar

Memuat komentar...