Jalur Pendakian Gunung Semeru Buka Kembali 24 April 2026

Rudi H. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 86 dibaca
Bisik.id
Jalur Pendakian Gunung Semeru Buka Kembali 24 April 2026

Gambar atau konten salah?

Pada 24 April 2026, jalur pendakian Gunung Semeru di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali dibuka setelah penutupan sebelumnya.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) secara resmi mengumumkan pembukaan kembali jalur pendakian tersebut, menandai harapan para pendaki dan pecinta alam.

Keputusan ini diambil setelah rapat koordinasi multipihak yang menilai kesiapan jalur dan faktor keamanan, setelah penutupan sempat terjadi akibat cuaca ekstrem.

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menjelaskan bahwa meskipun jalur sudah dibuka, pendakian masih dibatasi demi menjaga keselamatan dan kelestarian ekosistem.

Saat ini, batas akhir pendakian hanya sampai di kawasan Ranu Kumbolo, sebagai langkah bertahap sebelum mempertimbangkan pembukaan jalur menuju puncak.

“Aktivitas pendakian Gunung Semeru di buka kembali mulai tanggal 24 April 2026 dengan batas akhir pendakian sampai Ranu Kumbolo,” ujar Rudijanta dalam keterangan resminya.

Pendaftaran pendaki diwajibkan melalui pembelian tiket daring di situs resmi, dengan proses pemesanan harus selesai paling lambat dua hari sebelum keberangkatan.

Untuk menjaga daya dukung lingkungan, pengelola menetapkan kuota pendakian hanya 200 orang per hari dan perjalanan dibatasi dua hari satu malam.

Rudijanta menekankan bahwa keselamatan pendaki tetap menjadi prioritas utama, dan setiap pendaki wajib mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) terbaru yang disusun oleh TNBTS.

“Setiap pendaki wajib mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) Pendakian Gunung Semeru Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang telah diperbarui,” tegasnya.

Sebelumnya, TNBTS mengumumkan perpanjangan penutupan pendakian akibat potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlangsung sepanjang Desember 2025.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui surat bernomor PG.21/T.8/TU/HMS.01.08/B/12/2025, yang ditandatangani oleh Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha.

Rudijanta menyatakan bahwa keputusan memperpanjang penutupan diambil setelah meninjau kondisi cuaca terkini dan menindaklanjuti himbauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Terkait meningkatnya potensi hujan intensitas tinggi, angin kencang, dan risiko tanah longsor di kawasan pegunungan, langkah ini dianggap antisipasi dan perlindungan demi keselamatan pengunjung.

“Langkah ini merupakan bentuk antisipasi dan perlindungan demi keselamatan serta kenyamanan pengunjung dari ancaman bencana alam yang mungkin terjadi,” ujar Rudijanta dalam keterangan resminya, Selasa 9 Desember 2025.

Dengan pembukaan terbatas ini, TNBTS berharap pendaki dapat menikmati keindahan Gunung Semeru sambil tetap mematuhi aturan konservasi dan menjaga keamanan lingkungan.

Kebijakan ini menandai langkah bertahap menuju pemulihan jalur pendakian, sambil menunggu kondisi cuaca stabil dan penilaian keamanan lebih lanjut.

Para pendaki diingatkan untuk mempersiapkan diri, mengikuti prosedur, dan menghormati batasan yang ditetapkan demi kelestarian gunung.

Kebijakan ini mencerminkan upaya pengelola taman nasional untuk menyeimbangkan akses pendakian dengan perlindungan alam.

Secara keseluruhan, pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Semeru pada 24 April 2026 menunjukkan komitmen TNBTS terhadap keselamatan dan pelestarian lingkungan.

Para pendaki diharapkan dapat menikmati pengalaman pendakian yang aman dan bertanggung jawab, sambil menghargai keindahan alam yang ada.

Gunung SemeruTaman Nasional Bromo Tengger Semerujalur pendakiancuaca ekstremkelayakan keselamatankuota pendakianStandar Operasional Prosedur

Komentar

Memuat komentar...