Jawa Barat Siapkan Sekolah Maung 2026/27, 40 Sekolah Unggulan

Iwan D. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 335 dibaca
Bisik.id
Jawa Barat Siapkan Sekolah Maung 2026/27, 40 Sekolah Unggulan

Gambar atau konten salah?

Program Sekolah Maung (Manusia Unggul) di Jawa Barat dijadwalkan mulai di tahun ajaran 2026/2027. Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang mempercepat penyusunan semua aspek teknis agar program ini dapat berjalan tepat waktu.

Purwanto, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, mengungkapkan bahwa semua perangkat teknis sedang diuji, mulai dari pedoman, juknis, hingga sistem penerimaan siswa. “Sekolah Maung ini lagi disusun juknisnya, pedomannya, termasuk SPMB-nya. Ini lagi marathon terus tiap hari (persiapannya),” ujarnya pada hari Jumat, 24 April 2026.

Menurut Purwanto, program ini akan melibatkan 40 sekolah di seluruh wilayah Jawa Barat. Di antara 40 sekolah tersebut, 27 akan berjenjang SMA dan 13 berjenjang SMK. Setiap kabupaten atau kota akan memiliki satu Sekolah Maung setara SMA, sedangkan setiap cabang dinas akan memiliki satu Sekolah Maung setara SMK. “Sekolah Maung di tiap kabupaten kota satu, Sekolah Maung setara SMA, terus setiap Cabang Dinas 1 Sekolah Maung setara SMK. Jadi SMA 27, SMK 13,” jelasnya.

Konsep kurikulum di Sekolah Maung dirancang fleksibel, khususnya untuk jenjang SMK. Kurikulum akan disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi daerah, sehingga dapat mengakomodasi berbagai keunggulan siswa. “Tergantung nanti kebutuhan prodinya. Kita kan keunggulannya nanti akan dibuat lewat kurikulumnya. Ada yang olahraga, ada macam-macam. Sekarang kan rekrutmennya nanti ada yang akademik ada yang non-akademik. Non-akademiknya salah satunya adalah olahraga,” tambahnya.

Proses seleksi siswa juga akan berbeda dari sistem penerimaan biasa. Sekolah Maung akan menggunakan mekanisme seleksi tersendiri, yang tidak akan bertentangan dengan peraturan pemerintah pusat. “Terpisah, pakai Peraturan Gubernur,” tegas Purwanto. Hal ini memberi ruang bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk merancang sistem seleksi berbasis potensi, sehingga penilaian tidak hanya bergantung pada nilai akademik formal.

Purwanto menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Maung bukan karena sekolah yang ada tidak mampu menampung siswa, melainkan untuk memberikan layanan yang lebih spesifik bagi siswa berprestasi. “Sekolah Maung ini kan kita pengen melayani mereka yang mempunyai prestasi untuk bisa dilayani sesuai dengan potensi mereka. Potensi akademiknya, potensi non akademiknya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa konsep diferensiasi pembelajaran akan diterapkan, sehingga siswa akan menerima pola pendidikan yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya masing-masing.

Dari sisi teknis pembelajaran, jumlah siswa per kelas akan dibatasi agar proses belajar mengajar lebih optimal. “Jumlah siswanya sedang dirumuskan nanti per kelas itu 32 orang satu rombel itu 32 orang. Terus gurunya juga nanti akan kita upgrade atau kita penuhi dengan kualitas guru yang cukup,” pungkasnya.

Walaupun program ini baru, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak akan membangun gedung sekolah baru. Sebaliknya, pemerintah akan mengoptimalkan sekolah-sekolah unggulan yang sudah ada di setiap daerah. “Gak dibangun, kita mengupdate sekolah-sekolah yang dulu menjadi unggulan, misalnya Bandung SMAN 3, Subang SMAN 1 misalnya, kan selalu setiap kabupaten ada sekolah favorit,” jelas Gubernur Dedi Mulyadi. Sekolah-sekolah tersebut akan diperkuat dengan fasilitas tambahan, teknologi pembelajaran mutakhir, dan sistem seleksi guru yang lebih ketat.

Program Sekolah Maung diharapkan dapat menjadi pusat pembinaan siswa berprestasi di berbagai bidang di Jawa Barat. Dengan kurikulum fleksibel, sistem seleksi berbasis potensi, dan fasilitas yang ditingkatkan, diharapkan siswa dapat mengembangkan bakat mereka secara optimal.

Sekolah MaungPendidikan UnggulSeleksi Berbasis PotensiKurikulum FleksibelSMKSMAJawa Barat

Komentar

Memuat komentar...