Jawa Tengah: 1 Juta Rumah, 296.200 Tidak Layak Huni
Gambar atau konten salah?
Gus Yasin, Wakil Gubernur Jawa Tengah, menyatakan bahwa provinsi masih memiliki sekitar 1 juta rumah yang belum selesai dibangun. Ia menegaskan bahwa backlog ini menjadi pekerjaan besar bagi Pemerintah Provinsi.
Menurut Gus Yasin, Presiden Prabowo menegaskan bahwa 3 juta rumah harus dibangun di Jawa Tengah. Pada saat itu, ia menambahkan, “Di Jawa Tengah ini masih tinggi (kebutuhan rumah), masih ada sekitar kurang lebih 1 juta backlog yang ada di Jawa Tengah,” kata Gus Yasin di Somerset, Kecamatan Semarang Barat, Kamis (07 Mei 2026).
Ia menjelaskan bahwa backlog terbagi menjadi dua kategori: kepemilikan rumah dan rumah tidak layak huni. Ia menyebut angka 296.200 rumah tidak layak huni, dan mengungkapkan, “Masih ada 296.200, artinya kami masih punya PR besar. Walaupun untuk pemenuhan rumah tidak layak huni alhamdulillah kita yang terbanyak di Jawa Tengah,” ucapnya.
Gus Yasin menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya mengurangi angka backlog melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemprov Jateng, DPRD, dan pemerintah kabupaten/kota. Ia menambahkan, “Di tahun 2026 sudah berjalan (pembangunan) ada 1.900 sekian (rumah) dan pada tahun 2025 ada sekitar 9.000 lebih. Artinya pemenuhan backlog atau pengurangan backlog kita bersama-sama jalankan,” ucapnya.
Ia juga mengaitkan pertumbuhan industri dan ekonomi di Jawa Tengah sebagai alasan meningkatnya kebutuhan hunian baru. Ia berkata, “Sehingga PR kita masih banyak apalagi ditambah pertumbuhan industri di Jawa Tengah ini luar biasa. BPS mengumumkan pertumbuhan perekonomian di Jawa Tengah alhamdulillah masih di atas pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya.
Gus Yasin meminta para pengembang membangun kawasan perumahan yang tanggap bencana dan ramah lingkungan. Ia menekankan pentingnya mitigasi bencana, mengingat potensi banjir, longsor, dan kebakaran di provinsi. Ia mengungkapkan, “Indonesia banyak mengalami kebencanaan. Baik itu dari rob, banjir bandang, lalu ada tanah longsor. Ini juga harus menjadi perhatian kita bersama. Maka saya ajak pemerintah sini untuk mengurangi kebencanaan,” ucapnya.
Dengan semua data dan pernyataan tersebut, jelas bahwa kebutuhan hunian di Jawa Tengah masih tinggi. Upaya kolaboratif antara pemerintah dan sektor swasta, serta perhatian terhadap mitigasi bencana, menjadi kunci untuk mengurangi backlog dan memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
