Jawa Tengah Tambah Pelajaran Koperasi di Semua Sekolah 2026

Andi B. · 2 min baca · 1 jam lalu · 26 dibaca
Bisik.id
Jawa Tengah Tambah Pelajaran Koperasi di Semua Sekolah 2026

Gambar atau konten salah?

Jawa Tengah akan memasukkan pelajaran tentang koperasi ke dalam kurikulum sekolah, mulai dari SD hingga SMA. Rencana ini akan mulai diberlakukan pada tahun ajaran baru, 05 Juni 2026.

Menurut Eddy Sulistiyo Bramiyanto, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng, materi koperasi akan diimplementasikan bagi siswa kelas 4 SD sederajat hingga kelas 12 SMA sederajat. “Tahun ajaran baru ini insyaallah, kita sudah sosialisasi. SD kita mulai dari kelas 4, Kemudian kelas 4 MI sampai dengan MTS, kemudian SMP, SMK, Madrasah Aliyah sampai kelas 12,” ujarnya saat ditemui di kantor Gubernur Jateng, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Jumat (05 Juni 2026).

Bramiyanto menjelaskan bahwa materi tersebut akan disisipkan dalam pembelajaran siswa. Ia menambahkan, “Bisa dilaksanakan menurut masing-masing, mau di awal mata pelajaran atau mau di akhir. Itu tergantung dari masing-masing (sekolah).”

Materi yang akan diajarkan berbeda sesuai tingkat pendidikan. Siswa SD akan dikenalkan pada dasar‑dasar koperasi. SMP akan mempelajari struktur organisasi koperasi, sedangkan SMA akan belajar tentang kewirausahaan koperasi. “SD pada posisi pengenalan koperasi, dasar‑dasar koperasi. Struktur organisasi koperasi di anak‑anak SMP. Nanti kewirausahaan koperasi itu di level di anak‑anak SMK, SMA, dan ada proses kokurikuler,” jelasnya.

Selain itu, pelajaran akan mencakup teknologi informasi terkait koperasi, seperti pembuatan laporan keuangan. “Bagaimana juga IT itu nanti dikembangkan oleh anak‑anak SMP, anak‑anak MAN, SMK itu untuk bisa membuat program bagaimana proses laporan keuangan, proses jual‑beli. Ini kita intersikan di situ,” tambah Bramiyanto.

Tujuan utama dari penyisipan materi ini adalah memperdalam pemahaman siswa tentang ekonomi kerakyatan, kerja sama, dan gotong‑royong. “Intinya adalah bagaimana anak‑anak kita ini lebih dalam lagi pemahaman untuk ekonomi kerakyatan, bekerja sama, gotong‑royong. Ini yang akan kami sampaikan kepada siswa‑siswi kita,” ujarnya.

Peluncuran resmi insersi pendidikan perkoperasian diadakan di gedung Gradhika Bhakti Praja, kompleks Gubernur Jateng, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang. Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa inovasi ini diinisiasi oleh Dinas Koperasi dan UKM bersama Dinas Pendidikan Jateng. Ia menekankan bahwa materi koperasi tidak menjadi pelajaran terpisah, melainkan diselipkan ke dalam pelajaran yang sudah ada. “Dinas Koperasi kita dengan Dinas Pendidikan kita memberikan pelajaran modul terkait koperasi. Dan ini tidak mengubah daripada atau tidak menambah daripada pelajaran di masing-masing sekolah, tetapi menyelipkan,” jelas Luthfi di gedung Gradhika Bhakti Praja hari ini.

Menkop Ferry Juliantono menyatakan bahwa Jateng merupakan wilayah pertama yang menyisipkan kurikulum koperasi. Ia berharap provinsi lain dapat mengikuti contoh ini. “Ini adalah provinsi yang pertama kali membuat insersi kurikulum tentang perkoperasian. Kami untuk itu berterima kasih dan harapannya agar provinsi‑provinsi lain bisa melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Provinsi Jawa Tengah,” kata Ferry.

Dengan langkah ini, Jawa Tengah menandai tonggak penting dalam pendidikan, menanamkan nilai koperasi dan ekonomi kerakyatan sejak dini. Program ini diharapkan dapat memperkuat rasa kebersamaan dan kewirausahaan di kalangan generasi muda, sekaligus menyiapkan siswa untuk berpartisipasi aktif dalam masyarakat ekonomi yang berbasis koperasi.

KoperasiKurikulumJawa TengahSD hingga SMAEkonomi KerakyatanKewirausahaanTeknologi Informasi

Komentar

Memuat komentar...