Jawa Timur Siap Kurban, PMK dan LSD Berkurang Signifikan

Kartika D. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 35 dibaca
Bisik.id
Jawa Timur Siap Kurban, PMK dan LSD Berkurang Signifikan

Gambar atau konten salah?

Surabaya, 27 April 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kesiapan penuh untuk pelaksanaan pemotongan hewan kurban di seluruh wilayah provinsi menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.

Dalam pernyataannya, Khofifah menegaskan bahwa penyakit mulut dan kuku (PMK) serta lumpy skin disease (LSD) telah dikendalikan secara signifikan melalui vaksinasi rutin dan pengawasan ketat. “Kasus PMK dan LSD di Jatim menurun secara signifikan dan sampai bulan April 2026 ini sudah dapat dikendalikan. Kami terus melakukan vaksinasi dan pengawasan ketat, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dalam melaksanakan ibadah kurban,” ujarnya di Surabaya pada hari Senin.

Untuk menjamin keamanan distribusi ternak, pemerintah provinsi telah menerapkan prosedur ketat pada lalu lintas ternak antar wilayah. Setiap ternak wajib memenuhi persyaratan kesehatan, sudah menerima dosis pertama vaksin PMK minimal, dan dilengkapi sertifikat veteriner sebelum diperdagangkan maupun dipotong.

Khofifah juga mengajak seluruh masyarakat untuk melaksanakan ibadah kurban dengan tetap memperhatikan aspek kesehatan, kebersihan lingkungan, serta tata cara penyembelihan sesuai syariat. “Kami mengimbau agar masyarakat tidak khawatir dan tidak perlu ragu melakukan ibadah kurban karena ternak tersedia cukup dan penyakit sudah terkendali,” tegasnya.

Dengan kesiapan yang matang, ia optimistis bahwa pelaksanaan kurban di Jawa Timur tahun ini akan berjalan aman, lancar, dan memberikan keberkahan bagi seluruh masyarakat. “Dengan kesiapan yang matang ini, kami optimistis pelaksanaan kurban di Jawa Timur tahun ini berjalan aman, lancar, dan memberikan keberkahan bagi seluruh masyarakat,” tambahnya.

Ketum Dewan Pembina Muslimat NU menegaskan bahwa ketersediaan ternak sangat cukup di Jawa Timur, didukung oleh sumber daya manusia dan infrastruktur pemotongan. Menurut data dinas peternakan dan kesehatan hewan kabupaten/kota se-Jawa Timur, ketersediaan hewan kurban tahun 2026 berada dalam kondisi surplus dibandingkan proyeksi kebutuhan.

Alhamdulillah, ketersediaan ternak kurban di Jawa Timur tahun ini sangat mencukupi bahkan surplus. Ini menjadi jaminan bahwa masyarakat dapat melaksanakan ibadah kurban dengan tenang,” ujar Khofifah.

Secara rinci, ketersediaan sapi tercatat sebanyak 629.119 ekor dengan kebutuhan sekitar 70.550 ekor, kambing 940.693 ekor dengan kebutuhan 297.900 ekor, domba 484.468 ekor dengan kebutuhan 58.600 ekor, serta kerbau 1.698 ekor dengan kebutuhan sekitar 10 ekor. Kondisi ini menunjukkan angka surplus yang cukup signifikan pada seluruh jenis ternak kurban di Jawa Timur.

Selain ketersediaan, pemerintah provinsi juga memastikan kesiapan tenaga profesional guna menjamin kesehatan hewan dan kualitas daging kurban. Tercatat sebanyak 950 dokter hewan, 1.500 paramedik veteriner, serta 1.997 juru sembelih halal (JULEHA) bersertifikat telah disiagakan di 38 kabupaten/kota. Seluruh petugas akan melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat, serta daging yang dihasilkan aman, sehat, utuh, dan halal.

Dari sisi infrastruktur, Jawa Timur didukung oleh 208 pasar hewan, 2.318 lapak penjualan hewan kurban, 133 Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R), serta lebih dari 25 ribu lokasi pemotongan di luar RPH yang telah terdata dan siap digunakan. Tambahan lagi, terdapat 2.670 petugas pemeriksa kesehatan hewan yang turut mendukung kelancaran pelaksanaan kurban di lapangan.

Secara keseluruhan, kesiapan yang terstruktur meliputi ketersediaan ternak, tenaga profesional, dan infrastruktur. Hal ini menandakan bahwa pelaksanaan kurban di Jawa Timur dapat berlangsung tanpa hambatan, menjaga kesehatan masyarakat dan keberkahan ibadah.

KurbanPMKLSDVaksinasiKetersediaan TernakInfrastruktur PemotonganKebersihan Lingkungan

Komentar

Memuat komentar...