Jawa Timur Tumbuh 5,96% Triwulan I, Lebih Cepat di Jawa

Dani L. · 2 min baca · 27 hari lalu · 52 dibaca
Bisik.id
Jawa Timur Tumbuh 5,96% Triwulan I, Lebih Cepat di Jawa

Gambar atau konten salah?

5,96 persen pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada Triwulan I Tahun 2026 menempatkan provinsi ini sebagai yang paling cepat di Pulau Jawa. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan bahwa angka ini merupakan bukti ketahanan dan akselerasi ekonomi daerah di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Angka tersebut tidak hanya melampaui rata‑rata pertumbuhan nasional, tetapi juga menegaskan fondasi ekonomi yang kuat di berbagai sektor strategis. Pada level kuartal, pertumbuhan Jawa Timur mencapai 1,25 persen dibandingkan Triwulan IV Tahun 2025.

“Alhamdulillah, di tengah tantangan global yang masih dinamis, ekonomi Jawa Timur mampu tumbuh tertinggi se-Jawa dan melampaui nasional. Ini patut kita syukuri sekaligus menjadi motivasi untuk terus memperkuat fondasi ekonomi daerah,” ujar Khofifah pada Surabaya, 7 Mei 2026.

Menurutnya, pencapaian tersebut menegaskan konsistensi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga akselerasi aktivitas ekonomi masyarakat, memperkuat daya beli, dan mendorong produktivitas sektor strategis. Struktur utama ekonomi provinsi didukung oleh tiga sektor utama: industri pengolahan (31,45 persen), perdagangan (18,77 persen), dan pertanian (10,51 persen).

Jawa Timur juga menjadi penyumbang terbesar kedua setelah DKI Jakarta terhadap perekonomian Pulau Jawa, sebesar 25,16 persen, serta kontributor terbesar kedua terhadap perekonomian nasional, 14,40 persen.

Di antara lapangan usaha, sektor jasa lainnya mencatat pertumbuhan tertinggi pada Triwulan I Tahun 2026, naik 13,44 persen. Peningkatan ini dipicu oleh aktivitas rekreasi dan pariwisata yang meningkat sepanjang Januari hingga Maret 2026. Sektor akomodasi dan makan minum juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, didukung pelaksanaan Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam komponen pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada konsumsi pemerintah, naik 20,33 persen. Faktor utama adalah peningkatan realisasi belanja pegawai melalui pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) ASN Tahun 2026, serta belanja barang dan jasa yang disalurkan kepada masyarakat, termasuk program MBG.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah kondisi global yang belum sepenuhnya stabil, Pemprov Jawa Timur terus memperkuat strategi pengendalian inflasi dan menjaga daya beli masyarakat melalui pasar murah dan stabilisasi pasokan pangan. Selain itu, provinsi ini mempercepat perdagangan antardaerah dan ekspor melalui pelaksanaan Misi Dagang dan Investasi ke berbagai provinsi maupun negara mitra.

Sepanjang Tahun 2025, Pemprov Jawa Timur telah melaksanakan Misi Dagang di 12 provinsi mitra dengan total transaksi mencapai Rp 16,30 triliun. Pada Tahun 2026, Misi Dagang di Jawa Tengah mencatatkan transaksi sebesar Rp 3,15 triliun, di DKI Jakarta Rp 5,74 triliun, dan ke Malaysia potensi transaksi sebesar Rp 15,25 triliun.

“Misi dagang menjadi instrumen penting dalam memperkuat perdagangan antardaerah sekaligus memperluas pasar produk Jawa Timur,” terang Khofifah.

Di akhir pernyataannya, Khofifah menegaskan bahwa pencapaian pertumbuhan ekonomi Jawa Timur merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah. Ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terus bersinergi dan berkolaborasi, menjaga Jawa Timur tetap aman, kondusif, dan produktif sebagai Gerbang Baru Nusantara.

“Oleh sebab itu, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terus bersinergi dan berkolaborasi menjaga Jawa Timur tetap aman, kondusif, dan produktif sebagai Gerbang Baru Nusantara,” pungkasnya.

Dengan pertumbuhan yang kuat dan strategi yang terfokus, Jawa Timur menunjukkan bahwa meski tantangan global tetap ada, ekonomi daerah dapat tetap berkembang dan berkontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

Pertumbuhan Ekonomi Jawa TimurKhofifah Indar ParawansaSektor Industri PengolahanMisi DagangProgram Makan Bergizi GratisInflasiPariwisata

Komentar

Memuat komentar...