Jemaah Haji Kloter 2 Medan Kembali, 1 Meninggal, 1 Dirawat
Gambar atau konten salah?
Jemaah haji kloter 2 dari Embarkasi Medan kembali ke Tanah Air pada hari ini. Dari 358 jemaah haji yang berangkat, 1 orang meninggal dunia dan 1 orang masih dirawat di rumah sakit di Arab Saudi.
Kepala Kantor Perwakilan Kementerian Haji dan Umrah, Zulkifli Sitorus, mengungkapkan bahwa kedatangan kloter ini mengalami keterlambatan. Ia menegaskan, “Perlu kami sampaikan bahwa kedatangan jemaah haji kloter 2 Medan asal Kabupaten Langkat semula memang dijadwalkan sampai di Bandara Kualanamu pukul 08.00 WIB,” kata Zulkifli Sitorus, Rabu (03 Juni 2026).
Jadwal awal 08.00 WIB terhambat karena pergerakan bus menuju bandara di Arab Saudi terlambat. Akibatnya, keberangkatan kloter dimundur beberapa jam dan jemaah baru tiba di Bandara Kualanamu sekitar pukul 13.00 WIB.
“Tetapi karena ada sesuatu hal yang terjadi di Bandara Jeddah tadi pihak Garuda juga sudah menyampaikan karena memang perlambatan pergerakan jemaah turun dari bus masuk ke Bandara Jeddah,” ucapnya, menjelaskan situasi di luar negeri yang memengaruhi waktu kedatangan.
Zulkifli menambahkan rincian korban: “Kloter 2 ini asalnya dari Kabupaten Langkat, ada 1 orang dari Kabupaten Batu Bara, 1 orang meninggal dunia beberapa waktu lalu ketika masih di Mina, kemudian ada satu orang lagi dalam kondisi sakit sekarang dirawat di rumah sakit Arab Saudi, mungkin akan dipulangkan nanti bersama kloter belakangan.”
Jemaah haji kloter 2 Medan mengalami keterlambatan perjalanan, kehilangan satu anggota di Mina, dan satu lagi masih dirawat di luar negeri. Situasi ini menyoroti tantangan logistik dan kesehatan yang dihadapi para haji selama ibadah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
