Jemaah Haji Surabaya Diberangkatkan, PPIH Peringatkan Iklim
Gambar atau konten salah?
Sejak Minggu, 26 April 2026, 16 kloter jemaah haji Embarkasi Surabaya telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengingatkan para jamaah agar tetap waspada terhadap perbedaan iklim antara Indonesia dan Arab Saudi serta menjaga kondisi kesehatan selama ibadah.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As'adul Anam, menegaskan bahwa cuaca di Arab Saudi masih tergolong normal dan belum memasuki puncak musim panas ekstrem. Ia menjelaskan situasi suhu saat ini.
“Kan barusan selesai musim dingin di sana (Arab Saudi). Pada suhu ini belum sampai pada musim panas yang di mana tahun kemarin itu sampai 45 bahkan 50 derajat,” kata Anam kepada wartawan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Minggu, 26 April 2026.
Ia menambahkan, “Alhamdulillah tahun ini belum sampai di sana (Makkah), sehingga masih dalam cuaca yang memungkinkan untuk jemaah kita berada di Madinah,”.
Meskipun cuaca relatif bersahabat, Anam tetap menekankan pentingnya menjaga kesehatan. Ia menjelaskan perbedaan iklim antara Indonesia yang lembap dan Arab Saudi yang kering.
“Meskipun belum pada pelaksanaan Al-Musnad, tapi tetap bahwa kondisi iklim di Arab Saudi itu kan sangat berbeda jauh dengan di Indonesia. Kalau di kita ini sangat lembab, kalau di sana sangat kering,” jelasnya.
Karena itu, jemaah diminta saling mengingatkan dan menjaga kesehatan, salah satunya dengan menggunakan masker, terutama bagi yang mengalami batuk atau flu. Anam menjelaskan alasan penggunaan masker.
“Untuk apa masker ini? Untuk melembabkan udara yang masuk ke tubuh kita enggak kering seperti yang ada di Arab Saudi itu, sehingga cenderung jemaah haji kita itu batuk karena memang di sana udaranya dingin,” pungkasnya.
PPIH berharap seluruh jemaah haji asal Embarkasi Surabaya dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan tetap dalam kondisi sehat selama berada di Tanah Suci.
Dengan peringatan ini, para jamaah diingatkan bahwa meski cuaca di Arab Saudi belum mencapai puncak panas, perbedaan iklim tetap mempengaruhi tubuh. Penggunaan masker dan perhatian terhadap kesehatan menjadi kunci agar ibadah berjalan tanpa hambatan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Rakhmad Basuki: Dari Larangan Orang Tua Jadi Pelatih Pro
Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir TJU
Surabaya Target 250 Medali Emas Porprov Jatim 2027
Persebaya Penasaran Ramadhan Sananta, Bebas Transfer
Cuaca Berawan Surabaya Hari Ini, Suhu 24-34°C Kelembapan
Surabaya Tampilkan Jadwal Sholat Lengkap 4 Juni 2026
Berita Terbaru
SPMB Jateng 2026: Pendaftaran Murid Baru Buka Resmi
Rakhmad Basuki: Dari Larangan Orang Tua Jadi Pelatih Pro
Tahu: Protein Nabati, Rasa Martabak, Bola, Gejrot Tradisional
SIM Digital Korlantas: Praktis, Aman, dan Dinamis Baru
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
Mourinho Setuju Kembali ke Real Madrid jika Perez Terpilih
IHSG menutup di zona negatif, turun 4,11%; global merosot
