Jemaah Tasikmalaya Tandai Ratusan Koper Pita Warna‑Warna

Tika M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 104 dibaca
Bisik.id
Jemaah Tasikmalaya Tandai Ratusan Koper Pita Warna‑Warna

Gambar atau konten salah?

Di halaman Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Tasikmalaya, suasana berbeda terasa pada 28 April 2026. Ratusan koper jemaah calon haji dari kabupaten itu mulai didata, menandai proses persiapan menuju Tanah Suci.

Untuk menghindari kebingungan saat di Arab Saudi, para jemaah menandai koper mereka dengan cara yang cukup kreatif. Beberapa koper dipenuhi pita warna‑warni, anyaman tali, kerudung, bahkan aksesoris rambut berbentuk bunga melilit di gagang. Ada juga koper yang diberi ikat rambut berukuran besar agar mudah dikenali dari jauh.

“Saya sengaja tandai koper pake tambahan kain dan ikat rambut agak besar. Biar saya tau 'oh, itu koper saya' SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT . Penting gak nyeleneh aja,” ketika kata Aan, salah satu jemaah calon haji.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Tasikmalaya, Iin Ufairoh, menjelaskan bahwa penandaan ini merupakan inisiatif jemaah sendiri. Ia menegaskan bahwa tanda yang disematkan pada koper masih wajar dan tidak dilarang.

“Jadi jemaah itu punya cara unik tandai kopernya. Ada yang pakai pita, ada juga aksesori lain. Ini memudahkan mereka mengenali koper miliknya saat tiba di Tanah Suci,” kata Iin Ufairoh.

Sehari sebelum keberangkatan, sebanyak 445 koper milik jemaah kloter 11 dikumpulkan. Koper‑koper tersebut kemudian diangkut menggunakan truk menuju Asrama Haji Indramayu sebelum diterbangkan ke Arab Saudi. Penandaan menjadi penting karena model dan warna koper jemaah haji sering kali seragam.

“Jadi itukan kebanyakanya ada yang lansia jadi biar mereka ingat kopernya,” jelas Iin. Dari ratusan jemaah, tercatat jemaah tertua berusia hampir 100 tahun asal Karangnunggal, sementara jemaah termuda adalah seorang perempuan berusia 19 tahun.

Jumlah total jemaah haji asal Kabupaten Tasikmalaya tahun ini mencapai 640 orang. Angka ini turun lebih dari 60 persen dibanding kuota awal sebelum penyesuaian yang mencapai 1.400 jemaah. “Untuk tahun ini memang ada penyesuaian kuota. Tasikmalaya alhamdulillah dapat 640 jemaah. Asalnya memang 300an setelah penyesuaian kan. Kemudian berkat semua kita berupaya maka jemaah naik lagi jadi 640an,” kata Iin.

Ratusan jemaah tersebut akan diberangkatkan dalam tiga kloter. Kloter 11 menjadi rombongan terbesar dengan 445 jemaah dan berangkat paling awal. Selanjutnya, 179 jemaah akan bergabung di kloter 29, dan 15 jemaah masuk kloter 35. Semua jemaah telah menjalani manasik dan pemeriksaan kesehatan sebelum pemberangkatan.

Iin Ufairoh berpesan agar jemaah menjaga kesehatan dan kekompakan selama di Tanah Suci. “Fokus ibadah. Semoga menjadi haji mabrur mabruroh,” tutupnya.

Proses pengumpulan koper ini menyoroti upaya praktis jemaah Tasikmalaya untuk memudahkan identifikasi barang di luar negeri. Metode penandaan sederhana namun efektif, menandai kesiapan dan kepedulian komunitas haji dalam menavigasi perjalanan spiritual mereka.

HajiTasikmalayakoperpenandaankloterkuotaArab SaudiTanah Suci

Komentar

Memuat komentar...