Jembatan Gantung 46 M Rusak Parah, 100 Jiwa Terisolasi Banjir

Surya B. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 60 dibaca
Bisik.id
Jembatan Gantung 46 M Rusak Parah, 100 Jiwa Terisolasi Banjir

Gambar atau konten salah?

Jembatan gantung sepanjang 46 meter di Desa Indobanua, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, hancur parah setelah terkena banjir luapan Sungai Aralle. Akibatnya, sekitar 100 jiwa warga terisolasi karena tidak ada jalan keluar.

"Ada sekitar 100 jiwa masyarakat yang kesulitan beraktivitas karena jembatan rusak," kata Kepala Desa Indobanua, Dullam, kepada wartawan melalui sambungan telepon pada 02 Juni 2026.

Banjir yang merusak jembatan terjadi pada 01 Juni 2026 sekitar pukul 18.00 WITA. Curah hujan tinggi membuat sungai meluap. Dullam menjelaskan, "Kemarin ini musim hujan sehingga sungai meluap. Dihantam banjir mulai dari magrib, pas jam tujuh malam sudah parah sekali kondisinya."

Peristiwa banjir tidak hanya membuat lantai jembatan yang terbuat dari pelat baja terlepas, tetapi juga mengancam struktur utama jembatan. Tiang beton penopang tali sling dilaporkan miring dan berpotensi roboh setelah terkena banjir.

"Ada sekitar 15 meter lantainya yang terlepas, tiangnya juga miring terancam roboh," tuturnya.

Jembatan ini menghubungkan Dusun Palado dan Dusun Indobanua. Menurut Dullam, jembatan ini merupakan akses utama bagi warga Dusun Palado untuk menuju ibu kota desa dan kota terdekat.

Jembatan tersebut baru saja diperbaiki dua pekan lalu setelah mengalami kerusakan akibat banjir. Pada saat itu, lantai jembatan yang rusak diperbaiki menggunakan material kayu.

"Kan rusak juga sekitar dua minggu lalu, dipasangi kayu (untuk lantai). Tapi kemarin dihantam lagi (banjir) jadi tambah parah," jelas Dullam meyakinkan.

Dullam berharap pemerintah melalui dinas terkait segera turun tangan membenahi jembatan tersebut. Ia menekankan pentingnya jembatan untuk menunjang aktivitas warga.

"Kemarin saya sudah komunikasikan terkait kondisi jembatan tersebut, harapannya segera mendapat penanganan. Apalagi jembatan yang rusak merupakan satu-satunya akses untuk menunjang perekonomian, pendidikan dan kesehatan warga," tutupnya.

Dalam potongan video pendek yang dilihat, terlihat lantai jembatan bergoyang akibat banjir luapan sungai. Terdapat batang kayu besar yang hanyut terbawa banjir lalu menghantam jembatan, mengakibatkan beberapa pelat lantainya terlepas.

Situasi ini menyoroti betapa pentingnya infrastruktur jalan untuk kehidupan sehari‑harian masyarakat di daerah terpencil. Tanpa jembatan, akses ke layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan menjadi sangat terbatas. Pemerintah daerah diharapkan dapat segera menanggapi dan memperbaiki jembatan yang rusak agar warga dapat kembali beraktivitas normal.

jembatan gantungbanjir luapan Sungai AralleDesa Indobanua100 jiwa terisolasitiang beton miringinfrastruktur jalanpemerintah daerah

Komentar

Memuat komentar...