Jembatan Garuda 140m Buka, Desa Sekerak dan Bandar Mahligai

Ayu W. · 2 min baca · 24 hari lalu · 64 dibaca
Bisik.id
Jembatan Garuda 140m Buka, Desa Sekerak dan Bandar Mahligai

Gambar atau konten salah?

Jembatan gantung Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Sekerak Kiri dan Desa Bandar Mahligai di Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, resmi dibuka pada Senin, 11 Mei 2026. Jembatan ini memiliki panjang 140 meter dan menjadi infrastruktur pertama di wilayah tersebut.

Selama bertahun‑tahun, warga harus menyeberangi sungai dengan risiko tinggi. Mereka menggunakan perahu kayu, dan bila arus deras, harus memutar jalan hingga puluhan kilometer. Situasi ini membuat banyak anak sekolah terpaksa menunda pendidikan.

Para prajurit TNI membangun jembatan ini dalam waktu tiga bulan, setelah daerah terkena bencana pada akhir November 2025. Pembangunan dilakukan sebagai upaya pemulihan pasca bencana dan peningkatan konektivitas antar‑desa.

Menurut Dandim 0117 Aceh Tamiang, Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya, “Sebelum jembatan ini ada, warga dan anak sekolah terpaksa menggunakan perahu kayu untuk menyeberang. Tak jarang, mereka harus memutar jalan hingga puluhan kilometer jika arus sungai sedang deras.”

Ia menambahkan, “Pembangunan jembatan tersebut sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjamin keselamatan rakyat.”

Jembatan gantung ini diklaim sebagai jembatan terpanjang di Indonesia yang membentang di atas sungai Aceh Tamiang. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI menjadi kunci keberhasilan proyek ini.

“Keberadaan jembatan ini disebut untuk mempercepat proses pemulihan pasca bencana serta memudahkan akses warga,” ujar Dandim. Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan jembatan untuk menunjang berbagai aktivitas.

“Jembatan ini menjadi jawaban atas penantian panjang masyarakat setempat. Keberadaan infrastruktur menghapus kecemasan warga yang selama ini bertaruh nyawa menyeberangi sungai demi pendidikan dan ekonomi,” ujarnya.

Bupati Aceh Tamiang, Armia, mengapresiasi sinergi TNI dalam membuka isolasi wilayah. Ia menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk terus menyasar daerah terpencil lainnya agar konektivitas antar‑desa semakin inklusif.

“Jembatan Perintis Garuda menjadi simbol harapan baru bagi masa depan pendidikan dan denyut ekonomi warga Bandar Mahligai,” kata Armia.

Dengan jembatan ini, akses ke pendidikan dan pasar lokal kini lebih aman dan cepat, mengurangi risiko yang pernah dialami penduduk setempat.

Jembatan Perintis GarudaAceh TamiangTNIkonektivitas antar-desapendidikan anak sekolahinfrastruktur pertamabencana alam

Komentar

Memuat komentar...