Jembatan Ogan Ilir Runtuh, Dibangun Jembatan Bambu Sementara

Yuli S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 67 dibaca
Bisik.id
Jembatan Ogan Ilir Runtuh, Dibangun Jembatan Bambu Sementara

Gambar atau konten salah?

Jembatan yang menghubungkan kecamatan di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, runtuh setelah arus sungai deras menabrak pada momen Lebaran. Polisi dan warga segera bekerja untuk memperbaikinya dengan bahan bambu.

Insiden terjadi di Desa Muara Kumbang, Kecamatan Kandis, pada 23 March 2026 pagi. Jembatan terletak di aliran Sungai Kumbang, anak sungai Sungai Ogan, dan dilaporkan roboh sekitar pukul 08.00 WIB.

Struktur jembatan terbuat dari besi dan plat, panjang kurang lebih 10 meter. Bagian sekitar 5 meter mengalami kerusakan parah, sehingga jembatan tidak dapat dipakai lagi.

Diduga, debit air sungai yang tinggi menggerus pondasi jembatan, menyebabkan longsor dan ambruknya badan jembatan. Kapolsek Rantau Alai AKP Suparna menyatakan bahwa pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan warga.

"Begitu menerima laporan, kami bersama unsur terkait dan masyarakat langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi serta mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Keselamatan warga menjadi prioritas utama," kata Suparna kepada wartawan pada 24 March 2026.

Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Kecamatan Kandis dengan Kecamatan Rantau Alai dan jalur menuju Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Putusnya jembatan berdampak pada mobilitas warga dan aktivitas ekonomi.

Sebagai langkah darurat, warga bersatu dengan aparat untuk membangun jembatan sementara dari bambu. Meskipun sederhana, jembatan ini memungkinkan warga tetap melintas.

Suparna mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati bagian jembatan yang roboh, berhati-hati saat melintas di jembatan darurat, dan menghindari aktivitas di sekitar sungai saat debit air meningkat. "Kami juga meminta masyarakat segera melapor jika menemukan potensi bahaya lain di sekitar lokasi," jelasnya.

Kapolsek menambahkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, warga diminta tetap waspada mengingat kondisi cuaca dan debit air sungai yang masih berpotensi meningkat. "Kami juga terus berkoordinasi untuk percepatan penanganan dan mencari solusi permanen atas putusnya akses tersebut," tutupnya.

Jembatan yang penting bagi mobilitas dan ekonomi warga Ogan Ilir runtuh karena arus sungai. Polisi, BPBD, dan warga bekerja bersama membangun jembatan bambu sementara, sementara upaya permanen masih dalam koordinasi.

Jembatan Ogan IlirSungai KumbangRuntuhBambuMobilitasEkonomiPolisi

Komentar

Memuat komentar...