Jember Capai PAD 36% Tanpa Pajak, Fokus Digitalisasi Kini

Bambang W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 78 dibaca
Bisik.id
Jember Capai PAD 36% Tanpa Pajak, Fokus Digitalisasi Kini

Gambar atau konten salah?

Jember – Pada 7 April 2026, Bupati Gus Fawait menggelar pertemuan lintas sektoral di Mumbulsari. Acara ini dihadiri oleh pimpinan Bank Indonesia, OJK, BPS, dan BPJS, sekaligus menandai agenda Bunga Desaku.

Di sela‑sela rapat, Gus Fawait menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Jember kini menjadi tertinggi dalam lima tahun terakhir. Ia menyatakan, “Performa ekonomi Jember adalah yang terbaik di Tapal Kuda. Pertumbuhan ekonomi kita mencapai level tertinggi sejak 2020. Yang lebih membanggakan, PAD kita melesat hingga 36 persen tanpa ada kenaikan beban pajak satu rupiah pun,” ia utarakan.

Penjelasan selanjutnya menyoroti dua strategi utama yang mendukung kenaikan PAD. Pertama, optimalisasi potensi daerah yang sudah ada. Kedua, penutupan kebocoran transaksi melalui digitalisasi sistem keuangan. Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Bank Indonesia.

Iqbal Reza Nugraha, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, menjelaskan, “kami melihat adanya korelasi kuat antara kemudahan akses layanan pembayaran digital dengan optimalisasi PAD yang dihimpun oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Hasilnya terbukti menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan tanpa perlu menaikkan beban pajak atau retribusi,” kata Iqbal. Ia menambahkan bahwa BI Jember akan terus bersinergi dengan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) untuk menambah kanal pembayaran digital di sektor pajak, retribusi, pariwisata, kesehatan, dan UMKM.

Menanggapi capaian tersebut, Gus Fawait menegaskan target ambisius menurunkan angka kemiskinan di bawah 200 ribu jiwa. Ia menekankan pentingnya pemerataan pembangunan melalui belanja pemerintah yang diarahkan ke daerah pelosok. “Fokus kita adalah kantong-kantong kemiskinan yang mayoritas berada di pinggir pedesaan, pinggir hutan, dan pesisir pantai. Itulah filosofi program Bunga Desaku, kita hadir langsung untuk memastikan roda ekonomi berputar di sana,” tambahnya.

Selain sektor pertanian dan pendidikan yang mendapat dukungan APBN, pariwisata Jember juga menunjukkan tren positif. Jumlah wisatawan di Pantai Papuma dan Watu Ulo melonjak drastis, naik dari 14 ribu kunjungan pada Lebaran 2025 menjadi hampir 60 ribu kunjungan. Sementara itu, Jember bersiap menyambut rumah sakit baru dan pabrik pengalengan ikan, yang diharapkan akan menyerap tenaga kerja lokal.

Menanggapi tantangan inflasi, Gus Fawait tetap optimistis. Meski inflasi naik di bulan Februari akibat Ramadan dan Idul Fitri, angka inflasi per Maret kembali melandai. Untuk mengantisipasi cuaca ekstrem seperti El Nino yang diprediksi muncul pada Mei, ia telah menginstruksikan penguatan program bantuan sembako dan operasi pasar di tiap kecamatan guna menjaga daya beli masyarakat tetap stabil.

Secara keseluruhan, Jember menunjukkan sinergi antara kebijakan fiskal, digitalisasi, dan pembangunan infrastruktur. Pertumbuhan ekonomi yang kuat, peningkatan PAD tanpa beban pajak tambahan, serta fokus pada pengentasan kemiskinan dan pengembangan pariwisata menandai langkah strategis pemerintah kabupaten menuju kesejahteraan yang lebih merata.

Pertumbuhan Ekonomi JemberPADDigitalisasi PembayaranBunga DesakuPariwisata JemberPengentasan KemiskinanBank Indonesia

Komentar

Memuat komentar...