Jember Jadi Contoh Nasional Verifikasi Data Kemiskinan Pemerintah

Nurul H. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 76 dibaca
Bisik.id
Jember Jadi Contoh Nasional Verifikasi Data Kemiskinan Pemerintah

Gambar atau konten salah?

Bupati Muhammad Fawait terus menerapkan inovasi untuk menurunkan kemiskinan di Kabupaten Jember. Inovasi yang ia jalankan, khususnya verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan, kini menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

Gus Fawait diundang oleh Badan Percepatan Pengetasan Kemiskinan (BP Taskin) untuk memaparkan upaya Jember. Forum tersebut juga dihadiri perwakilan Bappenas, Kemendagri, BPS, Kemenpan RB, dan Kemensos. Semua inovasi yang dipresentasikan mendapat pujian dan dianggap sebagai percontohan nasional.

“Hari ini kami diundang BP Taskin, Bappenas, Kemendagri, BPS, ada Kemenpan RB dan Kemensos untuk memaparkan inovasi yang dilakukan Kabupaten Jember terkait pengentasan kemiskinan. Bahwa Pak Presiden Prabowo telah menegaskan pengentasan kemiskinan harus dimulai dengan penguatan data, dan kami telah lakukan instruksi tersebut,” kata Gus Fawait saat dikonfirmasi detikJatim, Kamis (21/5/2026).

Setelah pemerintah pusat menyatukan data dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), Gus Fawait menekankan pentingnya memasukkan kearifan lokal ke dalam sistem tersebut. “Maka setelah pemerintah pusat menyatukan dalam data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN), ini menjadi kacamata BPS secara umum. Kita ingin ada kearifan lokal masuk di DTSEN yang bisa kami gunakan untuk kebijakan pengentasan kemiskinan Jember, dan kami lakukan verval,” tambahnya.

Selama beberapa bulan terakhir, 22 ribu ASN Jember turun langsung ke lapangan untuk memeriksa warga yang masuk kategori kemiskinan desil satu menurut data DTSEN. Hasilnya menunjukkan penurunan angka kemiskinan karena beberapa faktor.

“Kami lakukan inovasi melakukan verval ke masyarakat yang masuk desil satu DTSEN. Dalam verval itu, kami menemukan 16 ribu orang yang sudah meninggal dan belum tercatat sebagai orang meninggal namun masih dapat program bantuan. Ke depan kami segera catatkan statusnya meninggal dan digantikan oleh orang yang tidak mampu lainnya. Selain itu, banyak sekali masyarakat yang tercatat miskin desil satu di Jember ternyata sudah pindah,” jelasnya.

Berkat proses verval ini, data kemiskinan di Jember menjadi lebih akurat. Pemerintah dapat menyesuaikan bantuan secara terukur. “Inovasi verval data di Jember ini dijadikan percontohan kementerian BP Taskin untuk diikuti kabupaten/kota lainnya. Sehingga nanti strategi untuk menurunkan kemiskinan di seluruh Indonesia lebih tepat sasaran dan efektif guna menurunkan angka kemsikinan sesuai target Pak Presiden,” jelasnya.

Gus Fawait menegaskan bahwa verifikasi akan segera dilanjutkan ke desil dua dengan harapan intervensi pemerintah menjadi lebih tepat sasaran. Ia juga menjelaskan perbedaan antara warga produktif dan non produktif. “Nanti kami bedakan antara warga yang masuk kategori produktif dan non produktif karena intervensinya beda. Misalnya yang produktif bantuannya tentu pemberdayaan dan lapangan pekerjaan, sedangkan yang non produktif bantuannya sembako, bantuan uang, dan makanan,” tambahnya.

“Alhamdulillah kami tambah semangat untuk lakulan inovasi, apalagi Jember dihadikan percontohan. Kami akan berikan yang terbaik untuk warga Jember,” tandasnya.

Inovasi verifikasi data yang dilakukan Jember menandai langkah konkret dalam pengentasan kemiskinan. Dengan data yang lebih akurat, bantuan dapat diarahkan ke yang paling membutuhkan, meningkatkan efektivitas program dan mendukung target nasional menurunkan kemiskinan.

Inovasi verifikasi dataPengentasan kemiskinanDTSENBupati Muhammad FawaitBP TaskinKebijakan lokalASN JemberProgram bantuan

Komentar

Memuat komentar...