Jember Turun Kemiskinan ke 8,67% dan IPM Naik 3,42%

Tika M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 33 dibaca
Bisik.id
Jember Turun Kemiskinan ke 8,67% dan IPM Naik 3,42%

Gambar atau konten salah?

Jember, Kabupaten Jember mencatat pencapaian signifikan di sektor kesejahteraan rakyat pada tahun 2025. Di bawah kepemimpinan Bupati Jember, Gus Fawait, angka kemiskinan berhasil ditekan hingga level terendah dalam sepuluh tahun terakhir, yakni 8,67 % atau menyisakan sekitar 216.760 jiwa. Prestasi ini kian menonjol karena angka kemiskinan Jember berada jauh di bawah rata‑rata Provinsi Jawa Timur yang mencapai 9,50 %. Bupati Gus Fawait menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar statistik, melainkan buah dari strategi intervensi yang presisi.

"Alhamdulillah, ikhtiar kita bersama membuahkan hasil nyata. Fokus kami jelas, mengurangi beban pengeluaran warga sekaligus menggenjot pendapatan per kapita melalui 43 kegiatan lintas sektor yang menyasar hampir dua juta individu," ujar Gus Fawait, Senin, 6 April 2026.

Dengan 43 kegiatan lintas sektor tersebut, pemerintah menargetkan hampir dua juta warga. Fokusnya jelas: menurunkan beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan per kapita. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah telah berhasil meningkatkan kualitas hidup secara nyata.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jember pada tahun 2025 melesat ke angka 71,57, naik tajam 3,42 % jika dibandingkan dengan tahun 2024 yang berada di posisi 69,20. Gus Fawait menjelaskan bahwa sektor standar hidup layak menjadi motor utama kenaikan ini, di mana daya beli masyarakat meningkat sebesar 4,18 %. Hal ini didukung oleh penguatan sektor UMKM dan perluasan lapangan kerja.

"Kita tidak hanya membangun fisik, tapi membangun manusianya. Dimensi pengetahuan juga kita genjot melalui Rata‑Rata Lama Sekolah (RLS) yang pertumbuhannya melompat dari 0,31 % menjadi 1,53 % tahun ini," imbuhnya.

Di bidang kesehatan, Jember menunjukkan performa luar biasa dalam menekan angka stunting. Prevalensi stunting turun drastis dari 30,4 % pada 2024 menjadi 20,1 % di tahun 2025. Selain itu, cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Jember kini hampir menyentuh angka sempurna, yakni 99,46 %.

"Kesehatan adalah fondasi. Dengan penurunan angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB) yang signifikan serta UHC yang hampir 100 %, kami ingin memastikan tidak ada warga Jember yang takut berobat karena kendala biaya," tegas Gus Fawait.

Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen untuk terus memprioritaskan wilayah‑wilayah dengan capaian IPM rendah melalui program rehabilitasi sarana pendidikan dan bantuan sosial tepat sasaran guna memastikan pemerataan pembangunan di seluruh pelosok Jember.

Jember berhasil menurunkan kemiskinan, meningkatkan IPM, menurunkan stunting, dan memperluas akses kesehatan melalui program lintas sektor yang terfokus pada pengurangan beban pengeluaran dan peningkatan pendapatan per kapita. Upaya ini menunjukkan bahwa kebijakan terarah dapat membawa perubahan positif bagi kesejahteraan masyarakat.

kemiskinanIPMstuntingJKNpendapatan per kapitaUMKMGus Fawait

Komentar

Memuat komentar...