Jenderal Dudung Abdurachman Dilantik Jadi KSP Prabowo‑Gibran
Gambar atau konten salah?
Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman resmi masuk dalam reshuffle kabinet pemerintahan Prabowo‑Gibran pada 27 April 2026. Ia dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), menggantikan Muhammad Qodari.
Lahir di Bandung pada 19 November 1965 dari pasangan Nasuha dan Nasyati, Dudung tumbuh dalam keluarga sederhana. Setelah ayahnya wafat, ia bekerja sebagai loper koran dan penjual kue klepon untuk menolong ekonomi keluarga. Pendidikan dasarnya di SDN 034 Patrakomala, SMP Kartika XIX‑1, dan SMAN 9 Bandung. Pada 1988 ia masuk Akademi Militer dan lulus dari kecabangan Infanteri.
Selain latar belakang militer, Dudung menempuh pendidikan akademik yang kuat. Ia memperoleh gelar Magister Manajemen dan gelar Doktor (S3) Ilmu Ekonomi dari Universitas Trisakti, yang ia raih dengan predikat cumlaude pada 2023. Ia juga menerima berbagai tanda kehormatan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, seperti Singapura (Pingat Jasa Gemilang), Kamboja, Filipina, dan Australia.
Karier militernya menorehkan prestasi signifikan. Pada 2018‑2020 ia menjabat sebagai Gubernur Akademi Militer, memimpin lembaga pendidikan pencetak perwira TNI AD. Tahun berikutnya, 2020‑2021, ia menjadi sorotan publik karena keberaniannya memerintahkan pencopotan baliho ormas terlarang FPI di Jakarta. Pada 2021 ia memimpin Pangkostrad, komando cadangan strategis Angkatan Darat. Puncak karier militernya tercapai ketika ia menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat dari 2021‑2023, menjadi pimpinan tertinggi TNI AD di era Presiden Joko Widodo.
Setelah pensiun, Dudung tetap aktif di lingkaran pemerintahan. Pada Oktober 2024 ia diangkat sebagai Penasihat Khusus Presiden urusan Pertahanan Nasional. Puncaknya datang pada 27 April 2026 ketika ia resmi dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
Dalam jabatan barunya, Dudung berkomitmen untuk membuka kanal aduan masyarakat selama 24 jam, memfasilitasi keluhan publik ke pemerintah. Ia juga bertekad memangkas hambatan birokrasi yang mengganggu program prioritas Presiden. Selain itu, ia akan melakukan sidak langsung ke lapangan untuk memastikan efektivitas program pemerintah.
Dengan latar belakang militer yang luas dan pendidikan akademik yang mendalam, Dudung membawa pengalaman strategis dan disiplin tinggi ke posisi KSP. Peran ini menempatkannya di garis depan koordinasi antara kepresidenan dan lembaga pemerintah, memastikan program prioritas berjalan lancar dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
