Jenny Yue Turunkan 22 Kg, Kini Jual Buah Beku Sehat
Gambar atau konten salah?
Jenny Yue, seorang ibu muda asal Shanghai yang kini menetap di Vancouver, Kanada, pernah mengalami kenaikan berat badan yang cukup drastis. Selama pandemi COVID‑19, kebiasaan makan banyak makanan tinggi lemak—seperti hotpot dan barbecue—dan sering makan di malam hari membuat berat badan Jenny naik lebih dari 23 kilogram dalam waktu kurang dari delapan bulan.
“Awalnya tidak terasa. Kita hanya merasa senang bisa makan enak setiap hari, sampai suatu hari sadar berat badan naik banyak,” ujar Jenny. Pernyataan itu menandai titik balik bagi dia ketika ia memutuskan untuk menyesuaikan pola makannya.
Awal tahun 2021 menjadi titik perubahan. Jenny mulai memfokuskan diri pada menu harian yang lebih sehat dan seimbang. Pagi hari dia menyajikan oatmeal yang dicampur air panas, protein powder, dan buah beri beku. Pilihan ini praktis, rendah kalori, namun tetap mengenyangkan. Ia juga memutuskan untuk mengurangi makanan manis, membatasi asupan gula hanya dari buah-buahan.
Selama hari, menu sederhana namun konsisten menjadi andalan. Dada ayam, nasi, mie, sayuran hijau, serta sumber protein lain seperti putih telur dan yogurt membentuk pola makan utama. Jenny menekankan bahwa menjalani diet tidak berarti menghilangkan karbohidrat sepenuhnya. Ia menambahkan, “Kita tetap butuh karbohidrat untuk pemulihan tubuh, terutama setelah latihan. Saya hanya menghindari makanan manis dan camilan berlebihan.”
Menurut Jenny, sekitar 70 % keberhasilan menurunkan berat badan berasal dari pola makan. Sementara olahraga berperan mempercepat proses. Dalam enam bulan, ia berhasil menurunkan berat badan hingga 15 kilogram sekaligus membentuk massa otot. Setelah mencapai berat badan normal, Jenny terus menjaga pola makan sehat, dan akhirnya turun total 22 kilogram.
Menu harian saat ini tidak jauh berbeda, hanya porsinya yang lebih fleksibel. “Sekarang saya masih makan dengan pola yang sama, hanya sesekali menambah dessert. Yang penting tetap menjaga pola makan seimbang,” pungkasnya.
Selain fokus pada kesehatan pribadi, Jenny kini juga memulai usaha kuliner buah beku yang mendukung pola diet. Produk ini dirancang khusus untuk membantu orang lain menurunkan berat badan tanpa harus mengorbankan rasa.
Keberhasilan Jenny menunjukkan bahwa perubahan pola makan sederhana—dengan memperhatikan jenis dan porsi makanan—bisa menghasilkan penurunan berat badan signifikan. Kombinasi diet seimbang dan olahraga yang teratur menjadi kunci utama dalam prosesnya. Dengan usaha baru yang berfokus pada buah beku, Jenny berupaya membantu orang lain menemukan cara sehat untuk menurunkan berat badan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kelas Memasak Mentolo dan Petulo di Jakarta: Tradisi Kue Jawa
Disney Adventure Bayar Rp106.000 Setiap Room Service
Makanan Ular di Asia: Sup Hong Kong, Sate Indonesia, dan Lagi
Han Lewat 25 Tahun di KFC, Buka Warung Ayam Mantan KFC
Zushiku: Sushi Grab‑n‑Go Menyajikan Rasa Autentik di Jakarta
Bump: Kue Protein Sehat 170 Kalori dari Montreal Fitness
Berita Terbaru
Surabaya Target 250 Medali Emas Porprov Jatim 2027
Hanya 8 Tim Piala Dunia 2026 Punya Pemain Lokal, 310 Luar Negeri
SPMB Jakarta 2026: Daftar Sekolah dengan Skor UTBK 2022
KAI Butuh Rp1,2 Triliun & 8.000 Petugas Perlintasan Sebidang
Dolar AS Beruat Rp 18.000, Rupiah Terdampak Kuat Pada Hari
PPPK Boleh Dapat Gaji ke-13 2026, Besar Sesuai Masa Kerja
SIM Baru Kini Verifikasi Wajah, Mulai 1 Juli 2026 Indonesia
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
