JLKT Bromo: Jalur Baru Jaga Nilai Sakral dan Konservasi
Gambar atau konten salah?
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus melakukan sosialisasi terkait rencana penataan Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT). Program ini bagian dari upaya penataan kawasan wisata sekaligus menjaga nilai konservasi dan kesakralan wilayah masyarakat adat Tengger.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menjelaskan bahwa rencana jalur masih mengacu pada jalur utama yang telah ada. Namun, ada penyesuaian berdasarkan hasil survei lapangan serta masukan dari tokoh adat setempat.
Senin, 6 April 2026, saat ditemui awak media di Hotel Lava View, Rudijanta menyatakan: "Kemungkinan yang melatarbelakangi, akhirnya tetap menggunakan jalur utama atau jalur awal. Namun demikian, ada pembukaan jalur baru di beberapa titik. Dari hasil survei terakhir, jalur ini bukan sepenuhnya jalur lama karena ada penyesuaian untuk menjaga kondisi tebing serta menghindari area-area yang dianggap sakral, khususnya di bagian yang terlintasi jalur baru tersebut,".
Ia menambahkan bahwa proses penentuan jalur tersebut juga melibatkan para dukun adat Tengger untuk memastikan jalur yang direncanakan tidak melewati kawasan yang memiliki nilai spiritual bagi masyarakat setempat.
Balai Besar TNBTS akan kembali melakukan pengukuran teknis bersama instansi terkait, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum, pihak pemenang tender, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pemprov Jawa Timur guna memastikan kelayakan konstruksi jalur tersebut.
"Masih akan dilakukan pengukuran final di lapangan bersama tim teknis dari PUPR yang memberikan masukan terkait kelayakan teknis. Itu yang nanti akan kami pastikan sebelum pelaksanaan lebih lanjut,"
Terkait panjang jalur, Rudijanta menyebutkan bahwa rencana awal jalur yang sepenuhnya melingkar mencapai sekitar 17 kilometer. Namun, setelah penyesuaian dengan memotong bagian tengah, panjang jalur kini menjadi sekitar 13 kilometer.
Sementara itu, tokoh adat sekaligus dukun pandita Tengger, Sutomo, menyampaikan bahwa masyarakat Tengger pada prinsipnya mendukung pembangunan JLKT selama tetap memperhatikan aspek konservasi dan nilai-nilai sakral kawasan.
"Akhirnya, jalurnya masih tetap. Sebagai warga suku Tengger, pembangunan ini kami lihat sebagai upaya menjaga konservasi sekaligus melindungi titik-titik sakral bagi umat Hindu Tengger di Bromo,"
Sutomo menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam menjaga keberlanjutan kawasan, baik dari sisi lingkungan maupun budaya, agar pembangunan tetap selaras dengan prinsip pelestarian.
"Wilayah suku Tengger ini supaya bisa tertata. Jadi kita sebagai warga Tengger juga harus ikut mendukung penataan kembali JLKT ini, diharapkan bisa berkembang dengan tetap ada proteksi kawasan. Kawasan ini juga harus dijaga bersama oleh masyarakat,"
Program penataan JLKT diharapkan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan ekosistem pariwisata Bromo yang lebih tertata, aman, dan berkelanjutan, dengan tetap mengedepankan konservasi alam serta penghormatan terhadap kearifan lokal masyarakat Tengger.
Dengan mempertahankan jalur utama dan menambah jalur baru di titik-titik tertentu, rencana ini menghindari area sakral sekaligus menjaga kondisi tebing. Dukungan masyarakat Tengger dan pengukuran teknis yang melibatkan PUPR menandai proses yang hati-hati dan terencana. Hasilnya, jalur yang lebih singkat namun tetap melingkar diharapkan dapat meningkatkan akses wisata tanpa mengorbankan nilai budaya dan lingkungan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Santerra De Laponte: Tujuan Foto Keluarga di Pujon Malang
Timnas U‑19 Siap Hadapi Timor Leste, Kaka Fokus Evaluasi
Tim Tabur Tangkap Liauw Inggarwati dan Bastian Widjaja
Peternak Sapi Perah Dusun Brau Siap Hadapi Musim Kemarau
Rakhmad Basuki: Dari Larangan Orang Tua Jadi Pelatih Pro
Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir TJU
Berita Terbaru
Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ternyata Miliki Aset Berlimpah
Santerra De Laponte: Tujuan Foto Keluarga di Pujon Malang
Enam Pemancing Diselamatkan Setelah Perahu Terbalik Buleleng
Bernardo Silva: Barcelona & Atlético bersaing keputusan 2026
Debat Akhir HIPMI 2026: Kandidat BPP Bersaing Pasar Modal
Kari Minang Depok, Gyudon Jakarta, Diet Rendah Sodium Jadi Tren
Mourinho Jadi Pelatih Real Madrid, Bek Konate & Dumfries
