Jonatan Christie Optimis Indonesia Juara Grup Thomas Cup 2026
Gambar atau konten salah?
Jonatan Christie menegaskan keyakinannya Indonesia dapat meraih juara grup di Thomas Cup 2026. Ia menilai peluang itu cukup kuat setelah melihat daftar lawan di grup D yang terdiri dari Prancis, Thailand, dan Aljazair.
Di atas kertas, tantangan terbesar datang dari Prancis. Baru saja memenangkan Kejuaraan Beregu Putra Eropa 2026, Toma Junior Popov dan rekan-rekannya menaklukkan Denmark dengan skor 3‑2. Selain Popov, Alex Lanier menambah kekuatan tunggal putra, sementara pasangan ganda Popov dan Thom Gicquel menjadi andalan ganda negara tersebut.
Thailand, di sisi lain, hanya memiliki satu pemain yang masuk top 2 dunia, Kunlavut Vitidsarn, yang menjadi tunggal pertama. Pemain lain, Panitchaphon Teeraratsakul, kini berada di peringkat 26 dunia.
“Saya rasa kalau bicara di atas kertas, mungkin dari Prancis kans gandanya jauh lebih besar. Mungkin kalau Thailand pun, tunggal fifty‑fifty juga, tapi mungkin yang paling kuat mereka Kunlavut (Vitidsarn), mungkin di (tunggal) kedua‑tiganya kita bisa ambil juga, ganda juga bisa ambil,” ujar Jonatan saat ditemui di kawasan Thamrin, Selasa, 14 April 2026.
“Kalau di grup masih optimis. Mudah‑mudahan juga tanpa mengecilkan negara tertentu, kami mau tampil terbaik dan mudah‑mudahan juara grup,” lanjutnya.
Indonesia menyiapkan skuad yang seimbang antara pemain senior dan junior. Di barisan senior, Anthony Sinisuka Ginting, Fajar Alfian, Muhammad Shohibul Fikri, Sabar Karyaman Gutama, dan Moh Reza Pahlevi Isfahani menempati posisi utama. Sementara pemain muda, Alwi Farhan (juara Indonesia Masters 2026), Moh Zaki Ubaidillah (juara Thailand Masters 2026), Raymond Indra (runner‑up Indonesia Masters 2026), dan Nikolaus Joaquin (juara Australia Open 2025) menambah semangat.
“Dengan peta kekuatan sekarang merata, siapapun bisa menang. Saya harap dari kombinasi pemain senior dan junior bisa menampilkan yang terbaik dan membawa pulang Piala Thomas,” ungkap Jonatan.
Indonesia terakhir kali meraih Piala Thomas pada tahun 2020 di Denmark, ketika tim menaklukkan China dengan skor 3‑0.
Keberhasilan ini menandai peluang besar bagi Indonesia untuk kembali mencetak sejarah di ajang internasional, menegaskan bahwa persiapan matang dan kombinasi pemain yang tepat dapat membuka jalan menuju kemenangan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Dua Wakil Indonesia Tersingkir di 16 Besar Japan Open
Setahun Berpartner, Fajar/Fikri Kembali ke Japan Open
Alwi Farhan Bangkit, Kalahkan Lanier di Japan Open
Lima Wakil Indonesia Bertanding di Japan Open 2026
Putri Kusuma Tak Khawatir Tanpa An Se Young
Fajar/Fikri Kalahkan Popov Bersaudara di Japan Open