Joshua Fyksen Rekor Dunia: 28 Restoran Michelin di NYC 24 Jam
Gambar atau konten salah?
Joshua Fyksen adalah seorang foodie asal Las Vegas yang berhasil memecahkan rekor dunia dengan mengunjungi 28 restoran berbintang Michelin di New York dalam waktu 24 jam. Perjalanan ini berlangsung pada 22 April 2026 dan menempatkannya di daftar Guinness World Records sebagai orang yang paling banyak mengunjungi restoran berbintang Michelin dalam sehari.
Ia mengatakan, “Saya selalu menyukai makanan enak dan pengalaman fine dining,” dalam wawancara dengan Fox News. Kata-katanya menegaskan bahwa kecintaannya pada kuliner menjadi motivasi utama di balik tantangan ini.
Perjalanan dimulai pukul 15.00 di Oxomoco, sebuah restoran di Brooklyn. Menu pembuka yang dipilih adalah tuna tostada. Setiap langkah berikutnya direncanakan dengan cermat, karena waktu menjadi faktor utama.
Setelah 24 jam, ia menutup hari di Gramercy Tavern, di mana ia hanya menyantap satu ekor tiram sebagai hidangan penutup. Sejarah baru saja ditulis ketika ia menutup rekor dunia yang unik ini.
- Eleven Madison Park
- Le Pavillon
- Café Boulud
- Semma
- Oxomoco
- Gramercy Tavern
Menurut aturan Guinness, setiap hidangan yang dipesan harus dikonsumsi di restoran tersebut. Untuk menghemat waktu, ia memilih menu sederhana dan cepat disajikan, meskipun tidak selalu berhasil menyesuaikan dengan jadwal.
Kesulitan terbesar muncul di Semma, di mana menu yang direkomendasikan sangat besar. Ia mengungkapkan, “Menu yang direkomendasikan ternyata sangat besar, bahkan lebih besar dari kepala saya. Itu menjadi hidangan paling lama yang saya makan.”
Meski berlari melawan waktu, ia menegaskan bahwa ia tetap menikmati setiap momen. Ia berkata, “Saya benar-benar menikmatinya. Saya tidak akan melakukan ini jika tidak bisa menikmatinya.”
Biaya total untuk tantangan ini mencapai 1.451 USD (sekitar Rp 25 juta), mencakup makanan dan transportasi. Angka ini menunjukkan bahwa perjalanan ini tidak hanya menantang fisik, tetapi juga finansial.
Selain tantangan fisik, ia menghadapi kesulitan mendapatkan reservasi di restoran-restoran populer. Ia mengandalkan pengingat kalender dan bahkan menghubungi langsung pihak restoran untuk memastikan tempat duduk, karena banyak restoran berbintang Michelin di New York sangat sulit diakses.
Fyksen menyatakan bahwa pencapaian ini bukan sekadar soal rekor dunia. Ia mengatakan, “Saya merencanakan sebagian besar rencana liburan saya, berdasarkan restoran yang ingin saya kunjungi.”
Namun, ia juga mengaku tidak berniat mengulangi tantangan tersebut. Ia berkata, “Saya rasa saya tidak ingin melakukan tantangan seperti ini lagi.” Ia berharap rekor dunianya dapat bertahan cukup lama sebelum akhirnya dipecahkan orang lain.
Rekor ini menyoroti kombinasi ketelitian, kecintaan pada kuliner, dan keberanian untuk menantang batas waktu. Joshua Fyksen menunjukkan bahwa dengan perencanaan matang, bahkan rencana paling ambisius sekalipun dapat dicapai, meski tetap mengakui tantangan dan keterbatasan waktu yang melelahkan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kari Minang Depok, Gyudon Jakarta, Diet Rendah Sodium Jadi Tren
Telur Ceplok Balado Jadi Pilihan Pagi di Rumah
Tahu: Protein Nabati, Rasa Martabak, Bola, Gejrot Tradisional
Kelas Memasak Mentolo dan Petulo di Jakarta: Tradisi Kue Jawa
Disney Adventure Bayar Rp106.000 Setiap Room Service
Makanan Ular di Asia: Sup Hong Kong, Sate Indonesia, dan Lagi
Berita Terbaru
Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ternyata Miliki Aset Berlimpah
Santerra De Laponte: Tujuan Foto Keluarga di Pujon Malang
Enam Pemancing Diselamatkan Setelah Perahu Terbalik Buleleng
Bernardo Silva: Barcelona & Atlético bersaing keputusan 2026
Debat Akhir HIPMI 2026: Kandidat BPP Bersaing Pasar Modal
Kari Minang Depok, Gyudon Jakarta, Diet Rendah Sodium Jadi Tren
Mourinho Jadi Pelatih Real Madrid, Bek Konate & Dumfries
